Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Pengumuman bagi warga Surabaya, dalam enam bulan ke depan tidak bisa melintasi ruas Jalan Yos Sudarso. Pasalnya, Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya akan melanjutkan pengerjaan tahap empat proyek basement alun-alun. Sehingga langkah penutupan di jalan tersebut harus diambil.

Yaaa….., tahap empat proyek basement Alun-alun yang berada di Jalan Yos Sudarso Surabaya terus berlanjut. Sehingga, untuk mendukung kelancaran selama pengerjaan, Pemkot Surabaya  melakukan penutupan sementara Jalan Yos Sudarso yang berlangsung enam bulan lamanya.

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Surabaya, Iman Kristian, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa ruas jalan alternatif sebagai solusi selama dilakukan penutupan.

“Sejak 1 September kemarin sudah dilakukan penutupan Jalan Yos Sudarso dan langsung dimulai pengerjaan pembuatan konstruksi basement,” kata Iman, saat dikonfirmasi Senin (2/9).

Pihaknya mengestimasikan pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso bisa rampung selama enam bulan. Namun demikian, ia memastikan akan berupaya untuk mempercepat pengerjaan itu. Makanya, pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso nantinya dilakukan selama 24 jam. “Kurang lebih bisa 4-6 bulan pengerjaan, tapi kita upayakan secepatnya, karena itu pengerjaan akan dilakukan 24 jam,” imbuh Iman.

Iman menjelaskan, pengerjaan basement Jalan Yos Sudarso selama enam bulan itu, terdiri dari pembuatan dinding penahan keliling, pembuatan atap plat basement (landasan jalan) dan penggalian bawah tanah. Pengerjaan Alun-alun Surabaya yang menggunakan anggaran multiyears ini ditarget keseluruhan selesai pada Desember 2020. “Anggaran keseluruhan Rp 70 miliar. Dan 2019 ini dianggarkan Rp 20 miliar sisanya tahun depan,” jelasnya.

Sementara, Kasi Managemen Rekayasa Lalin, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Beta Ramadhani menyampaikan, selama Jalan Yos Sudarso ditutup, Dishub Surabaya bersama Satlantas Polrestabes Surabaya menyiapkan managemen rekayasa lalu lintas. “Rekayasa lalin sama seperti tes PIT (Pile Integrity Test), cuma perbedaannya Jalan Simpang Dukuh menjadi dua arah dan Jalan Ketabang Kali sisi timur akan berubah arah,” ujar Beta.

Disamping itu, untuk meminimalisir tingkat kemacetan, pihaknya memastikan akan menerjunkan beberapa personil untuk melakukan pengaturan dan pengendalian arus lalu lintas. Setidaknya ada 60 personil dari jajaran Dishub Surabaya yang akan disiagakan. Rinciannya, 30 personil pengawasan pengendalian lalu lintas, pengawasan parkir 15 personil dan pengawasan traffic light 15 personil. “Dari Dishub akan menurunkan 60 personil, nanti mereka akan terbagi menjadi tiga shift,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Tirto, menambahkan, untuk mengantisipasi dan meminimalisair tingkat kemacetan, pihaknya menerjunkan beberapa personil yang terbagi shift. Setidaknya ada 20 personil yang disiagakan. Mereka nantinya tersebar di 10 titik lokasi yang dinilai rawan terjadi kemacetan.

“Personil yang kita libatkan shift pagi kurang lebih ada 20 yang tersebar di 10 titik, diantaranya, depan Tunjungan Plaza (TP), Blauran, Tidar, Praban, Siola, Traffic Light Undaan – Ambengan, lokasi Jalan Yos Sudarso dan di depan Stasiun Gubeng,” kata AKP Tirto.

Adapun managemen rekayasa lalu lintas selama Jalan Yos Sudarso ditutup yakni, di simpang Jalan Panglima Sudirman – Jl Embong Wungu – Embong Tanjung, akan dilakukan pembukaan Road Barrier sebagai jalur alternatif pengalihan arus dari penuntupan Jl Yos Sudarso.

Kemudian, di simpang Jl Ketabang Kali – Jl Yos Sudarso, juga dilakukan perubahan arah lalu lintas, Jl Ketabang kali sisi timur menjadi timur ke barat. Arus lalu lintas dari Jl Ketabang Kali Sisi Timur bisa menuju ke Jl Yos Sudarso, Jl Yos Sudarso sisi timur patung dan Jl Yos Sudarso sisi barat patung. Jalan Yos Sudarso sisi barat patung akan menjadi dua arah lalu lintas. Sedangkan, dari Jl  Wali Kota Mustajab dapat belok ke kanan menuju Jalan Yos Sudarso sisi barat patung. Selain itu, dari Jalan Yos Sudarso sisi barat patung boleh lurus ke selatan dan belok ke kanan Jl Ketabang Kali sisi barat.

Sedangkan, di simpang Jl Boulevard – Jl Ketabang Kali, dilakukan perubahan arus lalu lintas, yakni Jl Ketabang Kali sisi timur menjadi Timur ke Barat. Selain itu, perubahan arus lalu lintas juga dilakukan di Jl Plaza Boulevard menjadi satu arah dari selatan ke utara.

Tidak hanya itu, manajemen rekayasa lalu lintas juga dilakukan di simpang Jl Kenari – Jl Simpang Dukuh. Dari Jl Genteng Besar pengendara tidak boleh belok kanan ke Jl. Simpang Dukuh. Nantinya Jl. Simpang Dukuh menjadi dua arah arus lalu lintas. Sedangkan, perubahan arus lalu lintas pada Jl. Kenari menjadi barat ke timur dan terakhir pengendara dari Jl Gubernur Suryo dapat belok ke kiri menuju ke Jl Simpang Dukuh. (ton)