Benteng Kedung Cowek Bakal Ditetapkan Bangunan Cagar Budaya

10

Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Upaya penyelamatan Bangunan Cagar Budaya (BCB) menjadi komitmen bersama. Karena itu, salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda, yakni Benteng Kedung Cowek yang berada di Pesisir Pantai Utara Surabaya akan dijadikan kawasan wisata cagar budaya.

Bahkan, Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya telah menggandeng Kodam V/Brawijaya sebagai upaya menjadikan benteng itu sebagai kawasan BCB itu.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, mengakui pihaknya bersama jajaran terkait telah menggelar rapat bersama sebelum menetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai BCB.

“Nanti bersama tim ahli cagar budaya kita akan lakukan uji material. Baik konstruksi fisik maupun komponen bangunan. Kemudian literatur kesejarahan itu punya peranan penting seperti apa,” kata Musdiq di Surabaya Sabtu (31/8).

Disamping itu, Musdiq, mengaku, pihaknya bersama tim ahli cagar budaya dan Kodam V/Brawijaya bakal melakukan observasi di lapangan untuk menggali nilai-nilai sejarah di bangunan benteng tersebut.

“Kita akan kerjasama dengan Kodam untuk meninjau bangunan tersebut, agar diketahui fisik bangunan benteng tahun persisnya, untuk memenuhi kriteria bangunan sejarah ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan, karena kawasan Benteng Kedung Cowek itu merupakan teritorial Kodam V/Brawijaya. Karena itu,  dirinya menginginkan bersinergi dan menggandeng jajaran TNI dalam rencana mengembangkan bangunan tersebut.

“Jadi prinsip mekanismenya nanti kita perbaiki atau revitalisasi kawasan itu. Selanjutnya kita kembalikan ke Kodam atau kita kelola bersama-sama,” terang Wali Kota Risma.

Namun, sebelum dilakukan revitalisasi atau pengembangan, pihaknya memastikan akan menetapkan dahulu bangunan itu menjadi cagar budaya. Dengan begitu, pengembangan kawasan wisata di benteng bekas peninggalan zaman kolonial Belanda ini bisa berjalan.

“Tahapan yang harus dilakukan pertama adalah kita tetapkan dulu itu benteng menjadi BCB dengan SK Wali Kota,” jelasnya.

Menurut dia, deretan perbentengan yang memiliki panjang kurang lebih tujuh hektar itu, bakal menjadi salah satu spot wisata menarik. Apalagi, saat ini Pemkot Surabaya intens mengembangkan wilayah Pesisir Pantai Utara menjadi kawasan wisata.

“Kita lagi kembangkan kawasan di sana menjadi kawasan wisata pantai. Cuman ada peninggalan-peninggalan sejarah yang juga bisa kita jadikan wisata,” pungkasnya. (ton)