Surabaya, (bisnissurabaya.com)- “Kopi itu menyatukan, karena kopi kita bersaudara,” Begitu kata owner kopi klopo, Junaidi. Memang minum kopi sekarang menjadi gaya hidup bagi masyarakat di Indonesia. Kopi dikonsumsi semua kalangan. Baik muda maupun dewasa. Bahkan, tak jarang mereka mengawali setiap aktivitas dengan ngopi atau minum kopi. Aktivitas tersebut dilakukan di warung kopi pinggir jalan atau yang dikenal dengan warung kopi/warkop giras, sampai kafe kelas atas yang ada di hotel maupun mall.

Terinspirasi dari resep yang diberikan sang nenek, Junaidi, yang merupakan warga Dinoyo Surabaya ini nekad membuka usaha produksi pembuatan kopi klopo. Produk buatan Junaidi memiliki citarasa yang khas. Karena dicampuri dengan irisan daging kelapa yang rasanya gurih.

“Kopi Klopo Simbah juga berguna untuk menurunkan gula darah,” kata owner kopi klopo Simbah, Junaidi, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Kopi Klopo Simbah buatan Junaidi, di pasarkan secara offline dengan dititipkan di toko dan di pusat penjualan oleh-oleh.

Juga di pasarkan secara online di media sosial/medsos seperti facebook, instagram, whatsapp, atau toko pelapak. Seperti bukalapak dan tokopedia. Dia mematok harga sebesar Rp 25.000 per bungkus. “Selain kopi klopo, kami juga memiliki varian kopi jahe dan kopi robusta,” jelas Arek Suroboyo ini.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Jatim ditunjukkan dengan mengajak pelaku UMKM seperti Junaidi dalam berbagai event pameran kopi yang dilaksanakan tiap tahun. “Saya sudah beberapa kali diajak pameran Disperindag Jatim termasuk ke Yogja dan  Bali,” tambah pria yang pernah berprofesi sebagai nelayan ini. (nanang)