Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Peserta Giat Santri Nusantara ke-1 Jawa Timur/Jatim Sidoarjo hari ini, dilepas Rabu (28/8). Kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Arjasa Situbondo, pada 30-31 Agustus sebagai simbol dengan penyematan peluit pimpinan sanggar oleh Ketua Kwarcab Kabupaten Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, S.H.
Ketua PC LP Ma`arif Sidoarjo, Misbahuddin, menerangkan untuk mengikuti Santri Nusantara ke-1 di Situbondo pihaknya mengirim 56 siswa, dari tungguh sanggar Pramuka. Mereka berasal dari SMK Plus Nahdlatul Ulama/NU pemenang NU Award, Madrasah Aliyah Darul Ulum yang sering menjadi juara Bahasa Jepang, SMK Islam Krembung, dan SMK TPI Gedangan.

“Kita kirimkan sekolah – sekolah yang berprestasi ini agar bisa membawa nama baik Ma`arif NU Kabupaten Sidoarjo,” kata Misbahuddin. Ketua PC NU KH Maskun, menambahkan, kegiatan ini dalam rangka menghadapi Hari Santri Nasional sekaligus menunjukkan santri tidak identik dengan kitab kuning. Santri harus mampu beretika, bersosial kemasyarakatan, menguasai dan mengasah ilmu pengetahuan.

Santri adalah modal utama, generasi milenial yang dimiliki Jamiyah Islamiyah khususnya NU. “Saya berharap Sidoarjo yang sudah dua kali pegang juara NU Award mampu berbuat banyak dalam rangka Giat Santri Nusantara ke-1 Jatim di Situbondo,” ujar KH Maskun. Ketua Kwarcab Kabupaten Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, menyambut baik kegiatan Santri Nusantara ini.

Kegiatan ini merupakan perwujudan sinergitas Pemkab Sidoarjo dengan Kwarcab dan LP NU Ma`arif Sidoarjo. “Kita ini perlu membekali generasi muda bukan hanya kecanggihan ilmu saja, tapi harus ditanamkan akar budaya dan ahlak yang bagus, melalui kegiatan ini,” ujarnya. (rin)