Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Hari masih pagi, tapi ibu-ibu warga RW IV Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo sudah berdandan cantik. Mereka tidak hendak kondangan atau pergi kepesta. Tetapi mereka akan pergi kearea Car Free Day/CFD di jalan Raya Darmo untuk mengadakan acara literasi (kemampuan dalam membaca dan menulis).

Acara edukasi melibatkan peserta anak-anak warga kampung literasi RW 04 Kelurahan Darmo, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata/KKN Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, dan Karang Taruna Surabaya.

“Tujuan kegiatan ini, selain ikut membudayakan literasi juga mengkampanyekan budaya menulis. Terutama menulis buku diary,” kata Ketua RT 10 RW 04 Kelurahan Darmo M Sholehudin kepada bisnissurabaya.com Selasa (27/8) kemarin.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa budaya menulis buku harian sudah mulai ditinggalkan. masyarakat, lebih suka menulis ke media sosial/medsos seperti facebook, whatsapp, instagram atau gawai dalam bentuk update status.

“Padahal menulis buku diary bisa lebih dalam mengungkapkan isi hati kita. Ide maupun gagasan yang ada dalam pemikiran kita, tanpa orang lain tahu ungkapan isi hati kita,” kata Pengurus Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kota Surabaya ini._—

Selain sebagai tindak lanjut program kerja kegiatan kampung literasi dalam mengikuti lomba Kampung Literasi  2019, yang kegiatannya  memiliki

pesan sosial pentingnya literasi melalui pembagian bunga mawar.Dalam kegiatan di Car Free Day ini, ibu-ibu menampilkan atraksi seni tari kreasi baru dan tradisional.

“Kami juga menampilkan tari yamko rambo yamko  khas Papua secara massal sebagai bentuk menyuarakan kebhinekaan Indonesia di tengah ancaman radikalisme dan disintegrasi bangsa,” tambah seniman berambut gondrong ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kelurahan Darmo, Donny Kurniawan S,Stp, dan Ketua karang Taruna Kota Surabaya, Fuad Bernardi. (nanang)