Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Sikap kaku kembali ditunjukkan mahasiswa Papua dan Papua Barat yang tinggal di asrama Kamasan III Jalan Kalasan Surabaya. Beberapa waktu yang lalu mereka menolak kunjungan rombongan anggota DPR RI yang dipimpin Fadli Zon, kini mereka menolak kedatangan rombongan pejabat Pemerintah Provinsi/Pemprov Papua yang dipimpin Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.Ip Selasa, (27/8) pukul 17.30 WIB.

Lukas Enembe, datang ke lokasi didampingi Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend Wisnoe Prasetija Budi, Kapolda Jatim Irjen Lucky Hermawan.

Adapun rombongan pejabat Pemprov Papua yang mengiringi Gubernur antara lain, Istri Gubernur Papua, Ny. Yulce W Enembe, Maxsi Ahoren, Gamael Rado, Sekda Papua, Titus Emanuel Adopehan,

Asisten 1 Sekda Prov Papua Doren Wakerwa, Asisten 3 Sekda Prov Papua Elysa Auri, Inspektorat Anggiat Situmorang, Kepala Biro Hukum Y Derek Hegemur, Kepala Biro Umum Emi Enembe,

Kepala Biro Humas  Protokol Israil Ilolu,

Kepala Bakesbang Pol Musa Isir, Ketua FKUB

Pdt Lipiyus Biniluk, ketua KNPI Albertho Wanimbo, Ketua BEM Universitas Cendrawasih Ferry Combo, Ketua BEM USTJ, Alexander Gobay, Fernandus Kurni, Helen Waromi, Jhon Baransano, Mercy Rita, Otniel Deda, Sergius Rumbekwan, Staff Ahli Pangdam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Yusuf Ragainaga.

“Kami datang ingin mengetahui kondisi mahasiswa yang ada di asrama,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada wartawan (27/8).

Saat Lukas Enembe, beserta rombongan tiba di depan Asrama, penghuni Asrama Kamasan III Surabaya menolak kedatangan Gubernur Papua tersebut. Bahkan, mereka meneriakkan yel-yel Lepas Garuda sekarang juga, dan menyanyikan lagu “kami bukan Merah putih, Papua Bintang Kejora”, Papua Merdeka, Solusi Referandum, Kami bukan monyet.

Suasana tambah tidak kondusif saat terjadi pelemparan dari dalam Asrama Papua Kamasan III menggunakan buah Jambu Biji.

Pukul 17.50 WIB Lukas Enembe S.IP, beserta rombongan meninggalkan Asrama Papua Kamasan III Surabaya menuju Hotel Grand Daffam Surabaya.

“Situasinya yang belum memungkinkan kami untuk masuk dan bertemu mereka,” jelas Lukas Enembe.

Setelah rombongan Gubernur Papua sudah pergi, maka pukul 17.58 WIB penghuni Asrama Papua memasang spanduk di pagar asrama bertuliskan “lepas garuda” dan “Referendum Is Solution”.

Sampai berita ini ditulis, situasi dan kondisi Jl Kalasan terkendali. (nanang)