Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Masih ingat dengan kasus Imelda Budianto? Saat itu, kasus itu menyita perhatian public karena menjadi pelaku tabrakan ringan di sekolah internasional di kawasan HR Muhammad. Akibatnya, Imelda diganjar percobaan lima bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri/PN Surabaya, Rabu (28/8).

Dalam sidang yang dipimpin hakim Yulisar tersebut, Imelda divonis 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan. Atas vonis itu, Ibu rumah tangga tersebut tak perlu menjalani hukuman penjara. Terkecuali selama masa percobaan terdakwa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan Jaksa. Menjatuhkan hukuman selama 5 bulan dengan masa percobaan 10 bulan. Menyatakan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalankan kecuali ada perintah lain dikemudian hari berdasarkan putusan Hakim,” terang Yulisar di PN Surabaya.

Hakim Yulisar, mengungkapkan, putusan tersebut diambil berdasarkan bukti visum rumah sakit, keterangan para saksi termasuk terdakwa. “Perbuatan terdakwa dinilai memenuhi unsur penganiayaan ringan,” tegasnya. Diakhir sidang terdakwa menerima putusan hakim dan tidak mengajukan banding. “Kami dan terdakwa sepakat menerima putusan hakim dan tidak mengajukan banding,” kata pengacara Imelda Budianto.

Usai sidang, Imelda Budianto yang menghadiri sidang menerima putusan hakim tersebut. Sedangkan pengacara korban enggan berkomentar. Diberitakan sebelumnya, dalam kasus tabrakan ini, Imelda Budiyanto didakwa melakukan perbuatan sesuai pasal 351 ayat 1 dan pasal 360 KUHP akibat menabrak Lauw Vina alias Vivi. (ton)