Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Berita kebakaran Kapal Motor Santika Nusantara yang terjadi di perairan Masalembo Kamis (22/8) pukul 21.00 WIB diterima Taruna Siaga Bencana (Tagana) Surabaya diterima keesokan harinya. Kejadian tersebut bermula saat KMP Santika Nusantara berangkat dari Surabaya menuju Balikpapan Kalimantan Timur/Kaltim yang memuat penumpang dan ABK sebanyak 162 jiwa. Rinciannya, 111 penumpang, terdiri dari 11 orang penjaga hewan ternak, sopir 94 orang, crew 44 orang, cleaning service 17 orang, total 277 orang.

Sesampainya di Perairan Masalembo, kapal tersebut terbakar. 89 orang berhasil dievakuasi di Surabaya, dan 51 orang terkondisi di Masalembo. Sedangkan 137 orang lainnya masih dalam tahap evakuasi. Dari 89 orang yang dievakuasi, 3 orang dirawat di Puskesmas Masalembo, dan belum ditemukan sebanyak 33 orang

Menyikapi kejadian bencana tersebut, Posko Tagana Jatim memerintahkan kepada Tagana Sumenep untuk membantu tim SAR dan berkoordinasi dengan aparat terkait. Seperti Kepolisian, TNI, dan Dinas Sosial Sumenep. Sedangkan Tagana Surabaya diperintahkan untuk standby di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk menjemput korban yang dievakuasi kapal ke Surabaya.

“Sejak Jumat kami  kerahkan 14 orang anggota untuk berjaga di pelabuhan menunggu korban datang,” kata Koordinator Tagana Surabaya, Sigit Ari Ekianto, kepada bisnissurabaya.com Minggu (25/8). Sebanyak 17 orang korban memiliki KTP Surabaya, berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Perak pada Jumat (23/8) pukul 18.45 WIB.

“Selanjutnya sambil menunggu proses pemulangan korban yang berhasil dievakuasi, juga membantu menjaga korban yang sedang istirahat di hotel dan yang dirawat di rumah sakit atau puskesmas,” jelas Arek Simo ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi  Dinas Sosial menyempatkan diri meninjau proses pemulangan korban KM Santika Nusantara yang berhasil dievakuasi melalui Dermaga Roro Pelabuhan Tanjung Perak.

Relawan Tagana Surabaya yang  terdiri  Koordinator Sigit, dan didampingi Yudi,Tri, Ali Usman,Yusri, Rudi, Mariyono, Agus, Arifudin, Sahri, Tohir, Satria, M Yahya, dan Rizky sampai sekarang  tetap standby di Pelabuhan Tanjung Perak menunggu kapal pengangkut korban KM Santika Nusantara yang datang. “Sebagai relawan, kami tetap setia menjalankan tugas ini dengan motivasi tinggi, walau kadang tanpa apresiasi dan atensi dari manapun,” tambah. (nanang)