Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Jangan coba-coba dengan narkoba. Meski mengaku sebagai kurir jaksa penuntut umum/JPU mengganjar seumur hidup.

Nasib apes itu dialami Herman Sutjiono alias Liang (56). Terdakwa kurir narkoba 30 Kg sabu-sabu ini, dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU Damang Anubowo, di Pengadilan Negeri/PN Surabaya Selasa (27/8).

Herman, memang lolos dari hukuman mati setelah JPU hanya bisa membuktikan bahwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman sesuai pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Alasan yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah terhadap narkotika.

Usai mendegarkan tuntutan, Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Dede Suryaman bersama-sama dengan penasehat hukum terdakwa sepakat menunda sidang sepekan mendatang dengan agenda pembacaan vonis hakim.

“Yaaaa, sepakat kita putus tujuh hari lagi pada3 September 2019. Sebab masa tahanan terdakwa berakhir 10 September mendatang,” kata Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Dede Suryaman menutup persidangan.

Usai sidang Sinaga, pengacara Herman, mengaku keberatan dengan tuntutan JPU. Pasalnya, sebelum diamankan polisi di Ruko Gunung Anyar, Herman, mengaku hanya dititipi untuk mengambil paketan sabu dari Bobby. Namun, terdakwa tidak mengetahui persis berapa banyak jumlah sabu-sabunya.

“Terdakwa hanya dititipi mengambil. Dia tidak tahu berapa jumlahnya. Makanya dalam sidang selanjutnya akan kita ajukan pembelaan, sebab ini menyangkut nasib seseorang,” ucap Sinaga.

Dalam dakwaan JPU, disebutkan terdakwa pada 24 Januari 2019 jajaran direktorat tindak pidana narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengungkap kasus penyelundupan 30,041 kilogram sabu-sabu yang dikirim dari Malaysia ke Indonesia.

Barang haram itu disimpan pelaku di dalam lampu downlight sebanyak 22 koli. Saat dilakukan pengecekan menggunakan x-ray, diketahui benar ada narkotika jenis sabu-sabu di dalam lampu downlight.

Kemudian melalui controlled delivery, pihak kepolisian menangkap tersangka Herman Sutjiono, alias Liang sesuai alamat yang tertera di paket, yakni di Ruko Gunung Anyar Jaya No. 52 Surabaya pada 31 Januari 2019.

Kepada polisi, Herman Sutjiono, mengaku terlibat perkara narkoba setelah bertemu Bobby, Lusy dan Saripul Dongoran (semuanya masih buron) di sebuah rumah karaoke.

Hasil pertemuan itu Herman Sutjiono, mengaku diberi pekerjaan dengan upah Rp 20 juta oleh Bobby, untuk mengambil sabu-sabu asal Malaysia. Barang haram tersebut dikirim dengan menyamarkannya bersama barang berupa lampu downlight.

Sebelum meringkus Herman, polisi menangkap lebih dulu Sonny, di Mall Taman Anggrek pada 29 Oktober 2018 kemudian menangkap Herman pada 31 Januari 2019. (ton)