Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Hidup rukun berdampingan ditunjukkan warga Surabaya. Hal itu terlihat adanya enam tempat ibadah yang berdampingan tanpa masalah. Seperti di komplek perumahan mewah di Royal Residance, Wiyung, Surabaya. Ada masjid yang berdampingan dengan kelenteng, vihara, gereja protestan, gereja katolik, dan pura.

Perumahan yang berada di kawasan Wiyung itu menyediakan lahan seluas 3.300 meter persegi untuk enam tempat ibadah. Dan masing-masing rumah ibadah mendapatkan satu kavling tanah dengan ukuran sekitar 360 meter persegi

Pembangunan tersebut mendapat respon positif dari semua pihak yang akhirnya mendapatkan fasilitas dari developer perumahan. Syafi’I, jamaah Masjid Muhajirin, Senin (25/8) mengatakan, keberadaan enam tempat ibadah yang dibangun dalam satu kompleks itu merupakan kebanggaan bagi warga sekitar. Karena bisa menjadi simbol kerukunan antar umat beragama.

Karena hidup rukun, damai tanpa gejolak, proses pembangunannya-pun sangat cepat sehingga mencapai 50 persen. Salah satunya Masjid Muhajirin, yang telah selesai dibangun dan digunakan pada 2017. Saat ini, bangunan megah ini tidak hanya digunakan warga setempat, tetapi juga dibuka untuk umum.

“Awalnya, umat beragama lain sempat terganggu dengan adanya posisi speaker yang mengarah langsung ke tempat ibadah lain. Jadi, atas kesepakatan bersama speaker masjid, lonceng gereja berada di dalam rumah tempat ibadah masing-masing,” kata Syafii. (fania/ayu)