Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Sidang perdana kasus kepemilikan ganja 6,7 gram yang menyeret Hubert Henry (51) digelar di Pengadilan Negeri/PN Surabaya.

Pria yang berprofesi sebagai bassis group band Boomerang itu ternyata sudah 37 tahun yang lalu mengkonsumsi ganja kini menjadi sorotan lantaran terdakwa merupakan publik figur.

Hubert sudah membuat repot majelis makim. Pasalnya, pertanyaan soal domisili yang diajukan Ketua Majelis Hakim Anne Rusiane, diakui Hubert berbeda. Menurut dia, domisilinya di Minahasa Selatan, sedangkan dalam dakwaan JPU dinyatakan berdomisili di jalan Kalongan Surabaya.

“Domisili saya selama ini di Minahasa Selatan, sedangkan yang di jalan Kalongan itu rumah ibu saya,” katanya menjawab pertanyaan hakim Anne Rusiane, Senin (26/8).

Dengan segala keyakinan, Jaksa Penuntut Umum, Ali Prakosa, minta sidang dilanjutkan. Hakim Anne lantas meminta JPU membacakan surat dakwaan. Usai mendengarkan dakwaan, hakim Anne, penasaran dengan lamanya terdakwa mengkonsumsi ganja ini.

JPU Ali Prakosa, dalam dakwaannya menyebut, Hubert Henry, ditangkap Polrestabes Surabaya di rumahnya di kawasan Jalan Kalongan Surabaya. Saat ditangkap, Petugas menemukan dua bungkus plastik narkotika jenis ganja seberat 3,1 gram dan 3,6 gram yang disimpan diatas atap genteng rumah.

“Ganja itu sudah dikonsumsi  terdakwa sejak 1998,” jelasnya.

Dari hasil penyidikan, ganja tersebut dibeli Henry, dari Michale Amos (berkas perkara terpisah) seharga Rp 400.000 untuk dikonsumsi sendiri. Dalam berkas itu tersangka dijerat dengan pasal 112, 114 dan 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Jadi kamu sejak 1982 sudah memakai ganja,? Untuk apa,?” tanyanya pada terdakwa Hubert.

Mendapat pertanyaan seperti itu, dengan tergagap Hubert, menjawab, untuk mengobati penyakitnya.

“Saya pakai untuk pengobatan penyakit yang saya derita, batuk-batuk,” jawab Hubert. (ton)