Surabaya, (bisnissurabaya.com) –  Cara membuat kopi yang baik tak hanya terbatas diketahui orang dewasa. Tetapi, sudah saatnya pelajar SMA dan SMK harus mengetahui. Karena itu, bertepatan dengan Open House dari Surabaya Cambridge School, Kapal Api Global menyelenggarakan Coffee Fair untuk pelajar SMA dan SMK sebagai bagian dari inisiatif Jagad Kopi. Kota Surabaya menjadi hometown dari Kapal Api sengaja dipilih sebagai kota pertama yang menyelenggarakan inisiatif Jagad Kopi untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap kopi.

“Kopi kini menjadi salah satu komoditi kebanggaan Indonesia, sehingga kami di Kapal Api Global menganggap penting untuk memperkenalkan pengetahuan tentang kopi. Bayangkan dalam secangkir kopi, ada begitu banyak pengetahuan yang bisa dipelajari,’’ kata Head of Corporate Communication Kapal Api Global, Pangesti Bernardus, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Minggu (25/8)

‘’Misalnya, daerah mana saja yang menghasilkan kopi? Itu bisa dipelajari sebagai bagian mata pelajaran geografi, ilmu biologi dan pertanian juga dengan kopi, begitupun sejarah. Proses ekstraksi dalam membuat kopi, adalah proses kimia dan fisika sekaligus,” tambah Pangesti, yang akrab disapa Chichi, ini. Dalam kesempatan ini dua orang Coffee Knights – Duta Kopi Kapal Api Global, masing-masing Tito Herdiyanto dan Ade Herlambang, dihadirkan untuk memberikan mini class pada siswa Surabaya Cambridge School.

Tito Herdiyanto dan Ade Herlambang, menyampaikan teknik manual brewing  adalah cara menyeduh kopi untuk mendapatkan rasa terbaik. ‘’Caranya tidak terlalu sulit dipelajari, sehingga siswa/siswi dan walimurid bisa mempelajari,” kata Tito Herdiyanto. Untuk bisa meracik kopi dengan baik, dibutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan dan harus sering berlatih untuk menghasilkan seduhan yang enak. Adapun, tips menyeduh menggunakan alat aeropess. Diantaranya, timbang biji kopi yang akan dipakai, giling biji kopi sesuai kebutuhan, basahi filter paper, masukan plunger ke chamber sampai batas yang ditentukan, kemudian masukkan biji kopi ke chamber aeropress.

Tuangkan air pertama untuk blooming (2x berat kopi yg dipakai), kemudian tuangkan sisa air yang kita pakai, tutup champe dengan cap filter aeropress dan tekan sesuai waktu seduh yang kita inginkan. Sedangkan, Ade Herlambang, yang mengajarkan teknik latte art, mengatakan, keindahan latte art dalam secangkir kopi bisa menambah daya tarik orang untuk menikmati kopi.

Yang menarik, melihat siswa/siswi ini membuat latte art yang cantik hanya dengan menggunakan teknis simpel dengan tusuk gigi. Setelah Surabaya, Coffee Fair akan hadir di Jambore Daerah Jawa Tengah/Jateng di Blora, dan beberapa SMA/SMK lain di beberapa daerah di Indonesia. (bw)