Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Sembilan tersangkap kasus pembakaran Polsek Tambelangan ditolak Rutan Medaeng. Alasan penolakan karena faktor keamanan.

Penegasan ini dikemukakan Kajari Surabaya, Anton Delianto. “Rencananya sembilan tersangak dibawa ke Rutan. Namun, dengan alasan keamanan di rutan kita titipkan di Polda Jatim,” kata Anton, di Surabaya, Jumat (23/8).

Ia menambahkan, para tersangka ditahan selama 20 hari kedepan. “Secepatnya akan dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Anton.

Terpisah, kuasa hukum para tersangka, Andry Ermawan, menyatakan, pihaknya mempersiapkan upaya hukum pembelaan terhadap semua tersangka, karena ada beberapa fakta hukum yang akan diungkap yang dianggap tidak semuanya dilakukan para tersangka.

Andry, merupakan ketua tim bantuan hukum FPI ini akan mendampingi para tersangka sampai proses hukum selesai.

“Terkait penangguhan penahanan, kita pernah ajukan di polda tapi tidak dikabulkan. Namun, kita tidak putus asa karena nanti di pengadilan kita juga akan ajukan lagi,” kata Andry.

Selain itu, Andry menambahkan, para tersangka juga sudah mengajukan permintaan maaf pada Kapolri, Presiden bahwa mereka menyesali atas perbuatan mereka.

“Mereka semua menyesali atas perbuatannya, mereka tidak mengulangi lagi. harapan keluarga kasus ini cepat selesai,” tambahnya.

Terkait Rutan Medaeng yang menolak para tersangka, Andry, belum mengkonfirmasi alasan pihak Rutan.

Sementara, Kepala Rutan Medaeng Teguh Sutejo, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsaap belum memberikan jawaban. (ton)