Surabaya, (bisnissurabaya.com) –  Dalam rangka menyusun program pembangunan kekuatan yang tangguh dalam sistem pertahanan negara, salah satunya adalah peremajaan dan penghapusan alutsista yang telah memasuki tahapan akhir dari masa daur hidupnya. Kelima Kapal Republik Indonesia/KRI, yang telah memasuki tahap akhir dari masa tugas adalah KRI Slamet Riyadi – 352, KRI Ki Hajar Dewantara – 364, KRI Teluk Penyu – 513, KRI Nusa Utara – 582, dan KRI Sambu – 902.

Panglima Komando Armada Dua Laksda TNI Mintoro Yulianto, memimpin langsung upacara penurunan ular – ular perang KRI Koarmada II,  bertempat di Dermaga Madura, ujung  markas Komando Armada II Surabaya.  Selain itu upacara penurunan ular – ular perang ini sebagai wujud penghargaan dharma bakti kelima KRI selama mengemban tugas negara. Sejumlah prestasi telah dicatat dalam  tinta emas perjalanan pembangunan dan menjaga kedaulatan negara ini, oleh kelima Kapal yang telah memasuki purna tugas ini, baik dalam penugasan operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

Amanat kepala staff Angkatan Laut,  Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang dibacakan Panglima Komando Armada II, Laksda TNI Mintoro Yulianto menjelaskan dalam rangka menyusun program pembangunan kekuatan yang dalam sistem pertahanan negara tidak hanya melalui penambahan alutsista saja, namun juga melaksanakan peremajaan dan penghapusan alutsista yang telah memasuki tahapan akhir dari masa daur hidupnya.

Kelima KRI  yang telah memasuki masa purnatugas ini rata-rata berumur antara 38 tahun sampai 42 tahun. Sebagai penggantinya sudah ada dua KRI, yakni, KRI Raden Edi Maradinata dan KRI Gusti Ngurah Rai. Sedangkan untuk KRI Ki Hajar Dewantara yang mempunyai fungsi ganda sebagai kapal perang dan kapal latih, rencananya akan diganti dengan kapal yang baru. (farid/stv)