Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bagi penikmat kopi, tak ada salahnya mengenali cara barista membuat minuman ini. Sebab, selama ini penghobi kopi hanya datang ke cafe-café dan memesan secangkir kopi. Namun, konsumen tidak mengetahui apakah kopi yang disajikan itu sudah benar atau salah. ‘’Saya sering amati konsumen hanya menerima saja apa yang disajikan oleh pramusaji. Mereka sebagian besar tidak mengetahui apakah kopi yang disajikan sudah benar atau salah dalam membuatnya,’’ kata Training Manager PT Excelso Multirasa, Iffung, saat menjadi pemateri dalam pelatihan Latte Art untuk Pemula di Surabaya, Jumat (23/8).

Ia menjelaskan, latte art adalah sebuah seni menggambarkan suatu pola di atas kopi yang terdapat foam. Disini keahlian barista dalam membentuk tekstur foam di atas kopi, sehingga terciptalah lukisan/gambar yang menarik (bisa juga menggunakan bubuk cokelat). latte art, populer berkat David Schomer, pemilik kafe Vivace, yang mengembangkan microfoam.

Menurut dia, microfoam tersebut digunakan untuk membentuk pola/gambar pada kopi. Ide itu terus berkembang, sehinggan David Schomer, dijuluki sebagai bapak latte art. Komposisi terbaik untuk membuat latte art adalah paduan 1/3 kopi, 1/3 hot fresh milk UHT dan 1/3 foam. Rata-rata suhu untuk minuman jenis cappucino atau latte tidak boleh terlalu panas dengan suhu maksimal 80 derajat.

“Karena jika lebih tidak akan membuat foam tapi lebih ke hot milk. Kalau tidak pas maka kopi yang dibuat akan tenggelam,” ucap Iffung menambahkan. (bw)