Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Kasus pemalsuan dokumen waris yang menyeret Datuk Iksan Marsudi Bin H Abdullah sebagai terdakwa, mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Kamis, (22/8). Dalam eksepsinya, terdakwa Datuk Iksan, menolak semua dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum/JPU.

Sidang Majelis Hakim PN Surabaya, yang diketuai Anne Rusiane dengan dua hakim anggota Wayan Sosiawan dan Marsudi, ini didampingi JPU Darwis dari Kejari Surabaya. Usai pembacaan nota eksepsi, majelis hakim memberikan kesempatan satu minggu kepada JPU untuk mengajukan nota keberatan terhadap eksepsi yang diajukan terdakwa.

Sebelumnya Siringgo-ringgo, kuasa hukum Datuk Iksan Marsudi, menolak surat dakwaan JPU. Surat dakwaan ini menurutnya tidak memenuhi syarat sehingga perlu diajukan eksepsi. “Kami menolak surat dakwaan dari awal. Sebab dakwaan JPU tidak sesuai fakta yang sebenarnya, jadi perlu eksepsi,” katanya.

Usai pembacaan nota eksepsi, kuasa hukum terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahan atas diri terdakwa.  Dalam dakwaan JPU, Datuk Iksan Marsudi, pada 30 Juni 2005 menikahi janda Hj Gaby Silvy Fauziah Binti PH setelah ditinggal mati suaminya Waas, pada 1 Agustus 2005 karena sakit.

Janda Hj Gaby Silvy Fauziah Binti PH selama menikah dengan suami sebelumnya yakni Waas mempunyai 1 orang adik kandung yang bernama Anthonia alias Anthonia Meulemans. Selanjutnya pada 2006, Anthonia Meulemans, melakukan gugatan intervensi terhadap terdakwa Datuk Iksan Marsudi dan diputus menang,sehingga dia berhak menguasai semua warisan dari Hj. Gaby Silvy Fauziah Binti PH Waas.

Putusan menang hak waris tersebut tercatat di PN Surabaya No. 277/Pdt.G/2006/PN.Sby tanggal 22 Mei 2007 jo putusan Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor : 109/Pdt.G/2008/PT.Sby tanggal 15 April 2008 dan telah berkekuatan hukum tetap.

Selanjutnya terdakwa Datuk Iksan,  putusan waris tersebut diabaikan dengan mengajukan permohonan penetapan waris di Kepaniteraan Pengadilan Agama pada tanggal 16 Maret 2017  dengan nomor : 0594/Pdt.P/2017/PA.Sby yang pada point 3 permohonannya dinyatakan bahwa Almarhumah janda Hj. Gaby Silvy Fauziah Binti PH. Waas semasa hidupnya tidak mempunyai saudara kandung yang bernama Anthonia Meulemans.

Atas dasar itulah Pengadilan Agama menerbitkan Penetapan  Nomor  : 0594/Pdt.P/2017/PA.Sby tanggal 03 April 2017 yang menetapkan terdakwa Datuk Iksan, sebagai ahli waris dari Almarhumah Hj Gaby Silvy Fauziah Binti PH Waas.

Selanjutnya terdakwa Datuk Iksan, penetapan waris tersebut dipakai untuk menguasai obyek tanah di Jalan Bendul Merisi Besar Timur nomor 57-C Surabaya dengan memasang patok yang bertuliskan sebagai ahli waris tunggal. (ton)