(bisnissurabaya.com) – Tanah Papua tak hanya dikenal keindahan alamnya, tetapi banyak wanitanya berwajah manis nan eksotis laksana mutiara hitam. Susan Vallen Yoku, adalah salah satu gadis Papua yang dianugerahi paras hitam manis dengan senyum yang menawan. Wanita semampai ini dilahirkan di Sentani, 21 November 1996.

Polisi wanita/Polwan ini menghabiskan masa kanak-kanak dan remajanya di Kota Timika. Susan ingin berbagi pengalaman hidupnya kepada saudara-saudaranya di Papua agar tidak cepat putus asa dan selalu mau bekerja keras. “Saya berharap pengalaman saya bisa menjadi inspirasi dan mampu untuk memotivasi anak-anak Papua yang lain, agar bisa terus maju dan tidak lupa melibatkan Tuhan di setiap pergumulan hidup mereka,” kata Susan kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Susan yang masih lajang, saat ini sedang melanjutkan kuliah semester akhir S1 Ilmu Hukum di Jakarta. Sehari-hari Susan, adalah seorang anggota Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) yang bertugas di Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional Kepolisian Republik Indonesia (lebih dikenal dengan istilah NTMC Polri).

Tugas keseharian Susan, adalah salah seorang presenter salah satu televisi swasta yang kerap melaporkan kondisi arus lalu-lintas pada beberapa wilayah di Indonesia. Sejak kecil, Susan, bercita-cita ingin menjadi seorang Polwan. Keinginan tersebut, terus menguat sejak masih sekolah hingga menamatkan SLTA.

Setelah lulus dari SMK N 1 Kuala Kencana Mimika (Jurusan Alat Berat), Susan, berniat mengikuti seleksi penerimaan anggota kepolisian, namun keinginannya ditentang orang tuanya. “Pada awalnya orang tua  tidak menyetujui akan keinginan saya ini, dengan alasan cara mendidiknya keras. Akan tetapi itu tidak membuat saya putus asa untuk mendapatkan restu darinya. Disisi lain, saya mendapatkan restu dari Mama tapi dengan syarat, jika saya tidak lulus tes maka harus pulang kembali ke rumah,” kata perempuan penghobi olahraga ini.

Sudah menjadi rahasia umum, di Tanah Papua bahwa perempuan tidak perlu sekolah terlalu lama, cukup mengikuti pendidikan dasar (SD – SLTA), setelah itu mereka harus kembali rumah agar bisa membantu pekerjaan rumah sehari-hari. Setelah itu, menunggu untuk dilamar dan kemudian menikah. Semangat dan keyakinan yang ada dalam diri Susan, menjadi motivasi tersendiri untuk merubah kebiasaan yang turun temurun tersebut.

“Saya percaya jika menaruh harapan penuh kepada Tuhan maka semua yang saya inginkan dapat diberikan seturut dengan kehendaknya,” tambah perempuan yang terampil menembak ini. Akhirnya Susan, berhasil lulus dan diterima menjadi anggota kepolisian pada 2014. Pada awal kariernya, Susan ditugaskan di Kota Timika. Sejak 2017, gadis manis ini dipindahkan ke Jakarta.

Susan, sendiri tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan ditugaskan di Jakarta. Dia yakin dan percaya jika Tuhan membawa saya kesini maka Tuhan tidak akan melepaskan saya begitu saja. Tetapi, ada rancangan indah yang telah Tuhan siapkan untuk dirinya kedepan. Semua doanya terjawab dengan apa yang Tuhan berikan. Dia di tempatkan yang tak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya, dan membuat dia menjadi inspirasi bagi orang lain. (nanang)