Surabaya (bisnissurabaya.com)- Siapa tak kenal makanan berbahan dasar biji kakao/coklat? Yaa….., makanan yang banyak digemari orang dari berbagai kalangan. Konon menurut banyak orang, camilan ini dahulu hanya bisa dinikmati para bangsawan saja. Tapi, kini siapa saja boleh sebagai penikmat coklat. Baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

Seperti kelompok tani di kawasan Delanggu, Mojokerto. Mereka mengolah hasil panennya di pabrik sendiri, yang melibatkan warga sekitar. “Kita menggunakan bahan dengan kualitas premium. Kenapa? Karena coklat kami tidak menggunakan pengawet, pewarna, perasa,’’ kata Linda, dari Kelompok Tani Mulyo Jati Wisata Desa BMJ Mojokerto, kepada bisnissurabaya.com saat pameran di Grand City Surabaya belum lama ini.

Ia menjelaskan, meski produksinya baru 18 bulan, tetapi sudah memiliki empat jenis produk. Yakni, biji, nips, bubuk, candy. Jumlah varian rasanya-pun cukup banyak dan unik. Mulai dari original, milk coklat, dark coklat, strawberry, blueberry, kacang mete, nanas, kismis, kurma bahkan cabe dan jahe. “Kita membuat varian rasa yang unik agar produk kami digemari masyarakat. Karena, sebagian orang masih berfikir coklat adalah permen yang bukan termasuk kebutuhan sehari-hari,” kata wanita yang cantik ini sambil menikmati coklat.

Harga coklat yang dibandrol-pun sangat terjangkau. Misalnya, untuk ukuran kecil original harganya Rp 10.000. Sedangkan coklat yang rasanya strawberry, nanas, cabe/pedas dijual Rp 20.000. ‘’Coklat ini di pasarkan lewat online. Yaitu, bukalapak, shopee, instagram, whatsapp. Juga dijual melalui offline seperti, membuka store dan mengikuti kegiatan pameran di beberapa kota,’’ ujar Linda, sambil menjelaskan omsetnya mencapai Rp 1,5 juta per hari untuk satu jenis produk. (fania/ayu)