Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kabupaten Lamongan dijuluki kota soto. Tetapi, dalam kegiatan Koperasi dan UKM Expo menjadi city of camp. Karena kota ini menampilan produk unggulan. Seperti, batik dengan berbagai jenis kain. Mulai, primis, katun primis, sutra, satin.

Proses produksi di daerah Sendang Agung, Sendang Duwur, yang warganya berjumlah 300 orang adalah pengrajin. Mereka diberi pendampingan dan pelatihan. Sehingga mendatangkan pembatik terbaik Indonesia, Mustar Sidiq, sebagai narasumber. “Di Lamongan kita membatik kain sepanjang 72 meter bersama seluruh pembatik Lamongan 72 orang,” kata Kabid Produksi dan Pemasaran Pemkab Lamongan, Noerhayatie, kepada bisnissurabaya.com, belum lama ini.

Ia juga mendirikan rumah kreatif, untuk memberikan pengarahan kepada 300.000 UKM di Kabupaten Lamongan. Upaya yang dilakukan supaya perekonomian meningkat, dengan memfasilitasi adanya tempat pelatihan. Baik produk, kemasan, perizinan secara gratis.

“Kami juga memproduksi aksesoris yang dibuat ibu-ibu penderita lupus dari komunitas graha kubu. Selain itu, kita mempunyai kopiah dari rumput otok, mebel, tikar lipat dari tali rafia, kerajinan bambu, dan makanan ringan,” kata ibu dua anak ini.

Saat itu, ibu yang masih terlihat muda itu juga memasarkan hasil produk di market place dan bukalapak serta mengikuti event-event supaya produk UKM Lamongan bisa lebih dikenal masyarakat luas. (ayu/fania)