Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Banyuwangi fashion festival menggandeng para designer muda berbakat untuk mengisi event spektakuler tersebut.

Selain sebagai wadah para Designer muda untuk mengekspresikan karyanya juga mampu meningkatkan daya kreativas para designer lokal .

Salah satu desainer yang menampilkan karyanya adalah Essy dengan brand shine polarisnya. Dengan mengusung tema, Culture of Banyuwangi, “the scret of jaran goyang”.

“Saya sangat menyukai hal-hal berbau mistis,” kata Easy kepada Bisnis Banyuwangi, terkait pemilihan tema designya, belum lama ini.

Dia mengatakan jaran goyang adalah salah satu kebudayaan Banyuwangi yang terkenal mistis. Mantra jaran goyang dipercaya mampu menaklukkan hati lawan jenis. Saat ini jaran goyang mulai dipentaskan dalam bentuk tarian.

Penggunaan bahan tenun menjadikan busana pesta karya shine polaris  terlihat begitu penuh misteri. Dengan pemakaian bahan sifon yang menjuntai, menampilkan keanggunan sisi lain dari wanita.

“Menurut saya setiap wanita mempunyai dua karakter sisi misteri dan sisi feminim. Dari itu saya menampilkan kedua karakter wanita, anggun namun penuh misteri,“ ungkapnya.

Terinsipirasi dari sisi feminim dan misterius, Essy menuangkan ide nya dalam balutan busana pesta yang diperagakan 7 model pada BFF kemarin.

Selain itu ada satu design unik yang spesial di design, yakni untuk big size.

“Untuk ukuran big size saya mengeluarkan koleksi kaftan. Karena menurut saya kaftan itu sangat simple dan enak dipake dalam suasana apapun. Saat sedang santai di rumah saya suka menggunakan kaftan sebagai pakaian favorit saya,” ujarnya.

Shine polaris yang mengawali koleksinya dengan busana muslim syari saat ini terus melebarkan sayap dengan koleksi busana pengantin.

Pesanan gaun pengantin ini cukup banyak datang dari dari luar kota. Harapannya, melalui event BFF ini makin mendongkrak penjualan gaun pengantinnya.

“Busana pesta adalah salah satu koleksi saya. Shine polaris tidak hanya menjual busana muslim kasual saja, namun mulai melebarkan sayap ke gaun pesta dan gaun pengantin,“imbuh owner brand shine polaris yang saat ini melebarkan sayap usahanya ke bidang wedding organizer.

Busana pesta shine polaris ini terkesan unik dan berbeda, menggunakan bahan kain lokal yaitu tenun.

Ada makna mendalam perpaduan warna emas dan hitam yang mengartikan cahaya dalam kegelapan.

“Libatkan Tuhan dalam setiap apapun yang kita lakukan. Tak akan ada kesulitan bila mengingat Tuhan karena Tuhan akan selalu memberikan jalan keluar sekalipun kesulitan itu segelap malam,” yakin wanita berhijab ini menjelaskan arti pengambilan warna dalam tema designer .

Dalam setiap event fashion show yang di selenggarakan Diskop Banyuwangi, ternyata mampu membuka peluang peningkatan penjualan dan juga merupakan sarana media promosi bagi para designer muda untuk mengenalkam produk mereka.

Salah satu nya adalah shine polaris yang mampu mendongkrak penjualan melawati event ini.

Essy mengucapkan terima kasih pada Pemkab Banyuwangi dan Diskop yang menggandeng para designer muda banyuwangi untuk event BFF kali  ini. Sehingga brand shine polaris mampu bersaing di industri fashion.E

“Event BFF ini sangat bagus banget ya, ini bisa menjadi salah satu media promosi terbaik untuk para designer lokal,meningkatkan kreativitasnya,” ucapnya.

Menurutnya event seperti ini adalah salah satu jawaban dari mimpi mimpi designer lokal seperti dirinya. Lewat event sepertilah para desainer lebih percaya diri untuk terus berkembang dan bersaing. “Kami juga  banyak belajar dari setiap setiap event akan terus lebih baik lagi dari sebelumnya, “lanjutnya.

Harapannya ke depan, event seperti ini akan terus ada di Banyuwangi. Dan, mampu melahirkan para designer-designer baru yang mampu bersaing di industri fashion internasional. (tin)