Surabaya,(bisnissurabaya.com) –  Kasus Jasmas terus menggelinding. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya kembali memeriksa Binti Rohman anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya dalam kasus dugaan korupsi Jasmas 2016. Binti diperiksa untuk kedua kalinya. Pemeriksaan pertama, akhir Juli, dan kedua Jum’at (16/8) ini.

Binti Rohman, menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. “Yaaaa…., Binti Rochma sekarang lagi diperiksa, didampingi pengacaranya,” kata Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, Dimaz Atmadi.

Seperti diketahui dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk proyek jasmas, Kejari Tanjung Perak sudah menahan dua anggota DPRD Surabaya yakni Sugito dan Darmawan.

Tak hanya dua anggota DPRD Surabaya, dalam kasus itu juga sebelumnya pihak swasta yaitu Agus Setiawan Tjong juga ditahan dan telah divonis pengadilan tipikor Surabaya dengan hukuman 6 tahun penjara.

Tjong, merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya tahun 2016 dan merugi hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya. Diantaranya, pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (ton)