Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Menjaga pergerakan ekonomi Surabaya agar tetap stabil perlu dilakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui Surabaya Great Expo (SGE) 2019. Pameran yang dihelat selama lima hari ini, dimulai  14 – 18 Agustus 2019 di Surabaya bertujuan agar pergerakan ekonomi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini,minta kepada pelaku usaha untuk lebih fokus ke perdagangan dalam negeri. Menurut dia, jumlah penduduk Jawa Timur/Jatim mencapai 38 juta jiwa, sehingga peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Jadi, tidak hanya ramai saat ada pameran saja. “Karena itu saya membuat acara ini digabungkan dengan Dekranasda pada Agustus,” kata Wali Kota Risma, Jumat (16/08).

Ia menilai, jika yang diutamakan adalah ekspor, pasti dibutuhkan tenaga yang lebih besar. Padahal, jika lebih didahulukan kebutuhan pasar di kota atau negara sendiri, peluangnya justru lebih besar. “Jangan sampai kiriman atau barang kita (ekspor) ditolak karena tidak memenuhi syarat. Jadi karena itu kita harus terus belajar,” imbuh Risma.

Namun, yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM di Indonesia, khususnya Surabaya. Ia berharap, melalui pameran seperti ini dapat mengundang buyer-buyer dari luar Kota Surabaya, bahkan mancanegara.

“Ini adalah ajang untuk menaikkan omset dan produk mereka untuk lebih dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Saya berharap bisa mengundang dari luar Kota Surabaya untuk bisa menjadi buyer dimulai dari event ini,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwik Widayanti mengatakan, selama dua hari animo kedatangan masyarakat di luar dugaan. Masyarakat berbondong-bondong datang mulai buka sampai tutup masih ramai.  “Ramai, animo masyarakat sangat luar biasa,” kata Wiwik disela pameran.

Ia menjelaskan, tahun ini Surabaya Great Expo diikuti 184 peserta dengan 197 stand. Mereka terdiri dari pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta berbagai sektor pengusaha-pengusaha lain. “Ada 20 an peserta dari luar Kota Surabaya, seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Mataram, dan Sumbawa itu ikut semua,” jelasnya.

Setidaknya ada 10 BUMN dan tujuh BUMD yang terlibat dalam event ini. Selain itu, juga ada lima perguruan tinggi dan sekolah, lima assosiasi terkait, 10 perusahaan swasta, tujuh kuliner, 12 UMKM Binaan dan 18 UMKM Mandiri yang meramaikan gelaran tahunan tersebut.

Seperti kita ketahui, Surabaya penduduknya 3,3 juta kalau Jatim lebih dari 38 juta. “Artinya apa, ini adalah potensi pasar yang harus kita garap bersama. Kalau kita belum bisa memenuhi potensi ini kenapa kita harus berpikir untuk ekspor,” ujarnya. (ton)