Surabaya,(bisnissurabaya.com)– Untuk menarik para Buyers, Traders, Investor dalam usaha memperluas jaringan pasar nasional maupun global. Event bertajuk Surabaya Great Expo (SGE) 2019 pun kembali digelar yakni 14 – 18 Agustus 2019 bakal berlangsung di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Event ini menawarkan berbagai Potensi, Kinerja, Prestasi yang telah diraih oleh kalangan usaha, pemerintahan dan masyarakat selain melanjutkan sukses di tahun-tahun sebelumnya

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwik Widayanti mengatakan, pameran berskala Nasional dari Kota Surabaya ini bertujuan untuk menarik para Buyers, Traders, Investor dalam usaha memperluas jaringan pasar nasional maupun global. Disamping itu, event ini sebagai ajang Promosi, Hiburan, Belanja dan rekreasi bagi semua lapisan masyarakat.

“Melalui SGE ini kita ingin memberikan ruang kepada para pelaku industri kreatif atau UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ada di Surabaya untuk memamerkan atau mengenalkan produk-produk yang sudah mereka hasilkan,” ujar Wiwik, Kamis (15/08).

Wiwik menjelaskan, tahun ini Surabaya Great Expo diikuti 184 peserta dengan 197 stand. Mereka terdiri dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta berbagai sektor pengusaha-pengusaha lain. “Ada 20 an peserta itu dari luar Kota Surabaya, seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Mataram, dan Sumbawa itu ikut semua,” jelasnya.

Selain acara pameran, kata Wiwik, SGE 2019 juga menawarkan slot-slot edukasi seperti workshop. Bahkan, dalam event itu pihaknya juga menyediakan fasilitas layanan on the spot untuk masyarakat. Seperti HAKI, Merk, Hak Paten, layanan Kependudukan, Kesehatan, serta layanan keuangan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” paparnya.

Ada 10 BUMN dan tujuh BUMD yang terlibat dalam event ini. Selain itu, juga ada lima perguruan tinggi dan sekolah, lima assosiasi terkait, 10 perusahaan swasta, tujuh kuliner, 18 UKM Mandiri dan 12 Binaan yang bakal meramaikan gelaran tahunan tersebut.

Sementara Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya, Nanis Chaerani menyampaikan, dengan bergabungnya Dekranasda dalam event tersebut, pihaknya berharap apa yang dibutuhkan masyarakat lebih mudah diperoleh. “Dalam event ini Dekranasda mengambil tema eksotika bunga kering dan bordir,” jelas Nanis.

Saat ditanya alasan Dekranasda mengambil tema tersebut, Nanis menjelaskan, bahwa selama ini kerajinan bunga kering dan bordir dinilai kurang familiar di masyarakat, dibandingkan batik. Maka dari itu, melalui event tersebut pihaknya berharap, kerajinan bunga kering dan bordir di Surabaya bisa lebih berkembang dan lebih diminati masyarakat. “Kami ingin mereka para pengrajin bunga kering dan bordir tampil ke depan, sehingga nantinya generasi-generasi muda ikut termotivasi untuk mengembangkan,” terangnya.(ton)