Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ketatnya persaingan menjaring mahasiswa baru membuat perguruan tinggi swasta/PTS di Jawa Timur/Jatim khususnya Surabaya harus memiliki jurus pamungkas. PTS selain menghadapi persaingan sesama PTS, juga harus berhadapan dengan perguruan tinggi negeri/PTN. Sebab, semua PTN membuka jalur mandiri dan vokasi untuk menjaring calon mahasiswa baru yang tidak lolos seleksi masuk PTN yang seharusnya diperebutkan PTS.

Penegasan itu dikemukakan Ketua Yayasan Universitas Teknologi Surabaya/UTS, Dr. Ir. Budi Darmadi, M.Sc, kepada bisnissurabaya.com, Kamis (15/8) siang. Ia menjelaskan, untuk bisa bersaing, tidak ada lain UTS harus meningkatkan kualitas sarana prasarana, managemen, dan layanan digital sebagai bagian dari re-branding.

Re-branding kampus UTS, kata dia, ditujukan untuk memudahkan dan meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa dan calon mahasiswa. Selain itu, melalui strategi re-branding ini diharapkan kampus UTS dapat terus eksis dan dapat bersaing dengan berbagai kampus dan perguruan tinggi lainnya di tengah ketatnya industri pendidikan Indonesia saat ini.

Menurut dia, re-branding UTS saat ini dilakukan dengan menerapkan beberapa strategi. Diantaranya, akreditasi program studi maupun institusi yang dilaksanakan BAN-PT sebagai legitimasi kualitas program pendidikan perguruan tinggi.

Disamping itu, kata dia, re-design logo UTS dengan konsep design terkini agar menjadi kebanggaan identitas UTS, serta memperkenalkan juga tagline UTS, yaitu “Pasti Cemerlang atau jadi Gemilang”. Menunjuk Chief Marketing Officer (CMO) yang merupakan bagian penting, dengan tugas  pokok mengorganisir proses re-branding kampus UTS, sehingga strategi re-banding dapat dijalankan dengan efektif dan efisien. Serta, menciptakan standar brand untuk kebutuhan marketing UTS dan memanfaatkan para alumni UTS sebagai branding melalui berbagai testimoni di website UTS.  Para alumni juga dilibatkan dalam proses Tracer Study, bahkan bisa memberikan kontribusi pada pembentukan Career Center.

Sementara, Rektor UTS, Dr. Y. Kristanto, SE., MM, menambahkan, mengenai gratis beaya formulir untuk 300 orang pendaftar pertama via website sebagai bagian dari strategi re-branding kampus UTS. “Kami juga memberikan gratis beaya formulir untuk 300 mahasiswa baru yang mendaftar via website resmi. Bahkan kampus UTS juga menyediakan program full beasiswa yang akan diberikan khusus untuk seluruh mahasiswa yang berprestasi,” ujarnya. dalam

Rektor Kristanto, menjelaskan, kampus UTS mewujudkan aplikasi E-Management yang saling terintegrasi antar departemen yang mencakup marketing, keuangan, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kerjasama. Keberadaan aplikasi ini akan meningkatkan produktivitas setiap proses dan  bisa menjadi proyek mercusuar yang akan memberikan efek positif mainstream publik bahwa kampus UTS memiliki sistem yang update.

Kampus UTS memiliki keistimewaan dibandingkan perguruan tinggi lainnya, diantaranya adalah perbedaan kurikulum di UTS yang menerapkan kurikulum lokal dan muatan khusus yang disesuaikan dengan kompetensi pada masing-masing program studi, misalnya di Program Studi S-1 Manajemen, memiliki konsentrasi Manajemen Rumah Sakit dan Manajemen Bisnis. Pada konsentrasi Manajemen Rumah Sakit, mahasiswa akan dibekali dengan ilmu Manajemen Pelayanan Rumah Sakit, Manajemen Mutu Rumah Sakit, Manajemen Kearsipan Rumah Sakit dan lain sebagainya.

Selain itu, menurut dia, UTS juga telah memiliki kelas karyawan yang proses pelaksanaannya cukup berbeda dengan berbagai kampus yang lain. Salah satunya adalah pembelajaran yang berbasis riset dan berbasis mahasiswa, sehingga nanti kampus UTS akan melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki kualitas serta integritas intelektual, berdaya saing tinggi baik secara akademis begitu pula moral. (bw)