Gresik, (bisnissurabaya.com) – Apa itu banjari?. Bagi yang tak kenal, mungkin sangat asing. Tetapi, bagi yang mengetahuinya, pasti tak asing lagi. Yaaaaa……., banjari ternyata merupakan kesenian khas Islam dengan cara melantunkan sholawat. Tidak hanya itu, juga diiringi musik tradisional rebana yang berirama menghentak dan variatif. Kesenian ini banyak diminati anak-anak hingga remaja masjid.

Tak cukup disini, banjari bahkan menjadi ekstrakulikuler/ekskul di sekolah. Ekskul kesenian bernuansa religious ini bertujuan untuk, mengenalkan anak-anak remaja kepada Nabi Muhammad lewat lantunan sholawat yang diiringi musik banjari. Tak hanya itu, ekskul ini juga menambah pengetahuan, pengalaman siswa-siswi agar bisa mencoba menggali prestasi dengan cara mengikuti festival banjari.

Salah satunya, ekskul banjari di SMK N 1 Driyorejo Gresik. Kegiatan di sekolah kejuruan di kota Pudak ini sangat diminati puluhan siswa-siswinya. Kesenian banjari berdiri sejak 2013 dan awalnya dibimbing  Ust Aliyullah Adzim. Kemudian Aliyullah,  digantikan Mufti Masyuri, hingga kini. “Group banjari di sini bernama Al-Azkiya yang artinya suci terinspirasi dari Qasidah Assalamualaik,” kata pembimbing group banjari, Mufti Masyuri, kepada bisnissurabaya.com Rabu (14/8).

Setelah sekian tahun berdiri, murid yang ikut kesenian ini semakin banyak. Bahkan, berkembang dari tahun ke tahun serta menorehkan sejumlah prestasi yang cukup mengharumkan sekolah ini. Selain Al-Azkiya ada satu group laki-laki bernama Nida’us Shobah, yang sekarang sudah menjadi alumni. Dua group ini juga sering menjuarai tingkat sekolah. Seperti juara 1 di SMA N 1 Cerme, juara 2 di SMA N 13 Surabaya, juara 1 di SMA N 1 Gresik.

Selain juara, juga pernah diundang mengikuti festival rebana atau samroh dan mendapatkan juara. Juga saat diundang di sentra bisnis Driyorejo mendapatkan best perfom dan juara harapan 1 di PP. Al Masyudiyah Desa Sumput Driyorejo Gresik. (ayu/siswa magang SMK N 1 Driyorejo)