Gresik, (bisnissurabaya.com) – Terdapat  program unggulan di pemerintahan Kota Pudak. Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Gresik  bakal dijadikan percontohan Nasional yaitu pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

Program pengelolaan IPAL Komunal Pemkab Gresik ini akan dibuat percontohan bagi Kabupaten/Kota se Indonesia. Dihelat sebagai percontohan saat nanti  Konsfrensi Tingkat Tinggi (KTT) City Sanitation Summit (CSS) di Banjarmasin Kalimantan Selatan September 2019 mendatang.

Untuk keperluan tersebut, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati (Wabup) Mohammad Qosim melakukan peninjauan lokasi Program IPAL Komunal di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Gresik pada, Jum’at (2/8).

Pengelolaan IPAL Komunal ini sudah dibangun sejak tahun 2014. Program ini bekerjasama dengan USAID (United States Agency for International Development) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika) dibawah Program USAID IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene) atau Penyehatan Lingkungan Untuk Semua.

Bupati Gresik memaparkan  pihaknya sangat konsen dengan program ini mengingat  hal  ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019 yaitu 100-0-100. Program ini merupakan program ketersediaan 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Gresik bersepakat untuk perang terhadap limbah. Pengelolaan limbah merupakan kewajiban pemerintah. Untuk itu kami mengeluarkan regulasi berupa Perda maupun Perbup untuk memerangi limbah yang sangat membahayakan tanah, air dan mengancam kesehatan masyarakat,” tandas pria yang sedang  menjabat Bupati Gresik periode kedua ini.

Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Bupati Gresik yaitu Perda Nomer 9 Tahun 2018 tentang Pengaturan Air Limbah Domestik. Perda Nomer 13 tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum Pengadaan WC dan Penyedotan Limbah. Serta dikuatkan dengan Peraturan Bupati Nomer 34 tahun 2018 tentang Kelembagaan UPT Pengelolaan Limbah Cair Domesti.

Sementara itu Wabup Gresik, Mohammad Qosim yang mendampingi Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung pemerintah dalam upaya mengelola limbah domestik.

“Kita ikut mengelola limbah demi kepentingan Bersama, menjaga lingkungan tanah, air dan kesehatan kita semua,” tandas Qosim.

IPAL Komunal di Desa Randuagung ini ada 18 lubang (manhole). Bangunan ini mempunyai kapasitas tampung untuk 200 Rumah (KK). Menurut pihak UPT, setiap 3 tahun sekali dilakukan penyedotan.

“Ipal Komunal di Desa Randuagung ini hanya digunakan sekitar kurang dari 100 KK atau separuh kapasitas. Jadi masih ada 100  rumah lagi yang akan bisa ditampung. Penambahan ini akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dana,” tambahnya.

Ipal Komunal seperti di Desa Randuagung ini ada 128 unit yang tersebar di 128 tempat di tiga kecamatan kota yaitu Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. (sam)