Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Ada yang berbeda dalam pembagian daging kurban. Terutama di halaman rumah Rahmat Muhajirin, di Perum TNI AL Desa Sugihwaras Candi Sidoarjo, Minggu (11/8). Yakni, penggunaan besek sebagai pengganti kantong plastik. Hj Mimik, Udayana istri Rahmat Muhajirin, mengaku sengaja menggunakan besek ini, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Yang juga menarik, selama proses pemotongan delapan ekor sapid an dua kambing dikumandang gema takbir oleh 40 yatim. “Alhamdulillah, Idul Adha tahun ini, saya bisa berkorban delapan ekor sapi dan dua kambing yang didistribusikan kepada 2.100 warga dari enam desa,’’ kata H Rahmat Muhajirin. Keenam desa itu adalah, Desa Gelam, Candi, Sugihwaras, Kedungkendo, Durung Banjar dan Desa Karang Tanjung.

Muhajirin, yang merupakan caleg terpilih DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Jatim 1 ini, menyatakan, pembagian daging hewan qurban ini, merupakan kegiatan rutin tiap tahun, yang dilakukan oleh keluarga besarnya. “Distribusi daging qurban akan kita salurkan kepada yang berhak menerima. Insya Allah pelaksanaan Idul Adha ini penuh berkah, dan memiliki manfaat besar bagi penerimanya,” jelas Rahmat Muhajirin.

Untuk menghindari distribusi salah sasaran, Muhajirin, yang mendeklarasikan sebagai calon Bupati Sidoarjo pada 2020 nanti mengaku, pihaknya beberapa hari sebelumnya sudah membagikan kupon pengambilan kepada masyarakat secara langsung. “Insya Allah distribusi qurban ini akan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar berhak menerima,” tambahnya.

Fateha, salah satu warga Desa gelam Warga mengaku sangat senang mendapatkan jatah daging hewan qurban. Dirinya juga mendoakan Rahmat Muhajirin, beserta keluarga, terus mendapatkan perlindungan dan kesehatan Allah S.WT.

Tentang Pilbub Sidoarjo, politisi Gerindra ini berharap dengan visi dan misinya bisa membawa Sidoarjo lebih baik lagi. Saat dirinya menjadi caleg dan blusukan ke masyarakat, telah menerima banyak masukan dan keluhan. Karena itu, dia ingin APBD Sidoarjo yag besar bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

Dia menambahkan, komunikasi politik sudah dilakukannya dengan sejumlah partai politik (parpol). Terutama saat pemilihan presiden. Namun, koalisi dengan parpol untuk menjadi cabup tidak harus sama dengan koalisi saat pilpres. Apalagi, Gerindra Sidoarjo hanya membutuhkan gandengan beberapa parpol saja.

Saat ini Gerindra sudah memiliki tujuh kursi di DPRD Sidoarjo. Artinya, hanya butuh tambahan tiga kursi lagi untuk bisa mengusung cabup sesuai aturan syarat minimal 20 persen dari jumlah kursi DPRD Sidoarjo. (rin)