Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik  terus bergerak mendorong  upaya percepatan   Desa Mandiri. Dan   akan turut membantu pembekalan kepada para Kepala Desa (Kades) yang baru terpilih diajang Pilkades serentak tentang hal ikhwal Desa Mandiri.

Program Desa Mandiri itu memiliki tujuan mulia yaitu sebagai salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat.  Dan lagi  program ini sudah  tertuang didalam RPJMD Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik.   Bahkan masuk   salah satu prioritas  pembangunan Kabupaten Gresik tahun ini dalam tema Kemandirian Desa.

“Pencapaian Desa Mandiri tetap akan kita perjuangkan terus menuju  seperti apa yang dicita-citakan,” kata H. Ahmad Nurhamim Ketua DPRD Kab. Gresik, saat acara jumpa pers di Kantornya, Kamis (1/8).

Lebih lanjut politisi Partai Golkar ini menjelaskan, memang butuh waktu  untuk menuju status Desa Mandiri. Dan  diperlukan  adanya sinergi yang bagus dengan Pemkab, mengingat program ini  tertuang dalam RPJMD.  Program ini akan mengembangkan potensi-potensi yang berada di desa sehingga menumbuhkan perekonomian masyarakat. “yang jelas pihak dewan akan terus mendukung pencapaian program Desa Mandiri ini,” tandas NurHamim.

Sementara itu Nur Qolib , Wakil Ketua DPRD Gresik menambahkan pada akhir  2019  diharapkan  sudah ada desa yang bisa menjadi proyek percontohan.  Setidaknya perkecamatan ada satu atau dua desa yang memulai  menyandang  Desa Mandiri.

“Saya optimis program Desa Mandiri bisa dimulai pada penghujung tahun ini . Indikator-indikator kearah kesiapan sudah tampak terlihat di beberapa  puluhan desa yang tersebar di wilayah kota pudak ini,”  tambah Nur Qolib.

Desa-desa yang berpeluang menerapkan program Desa Mandiri itu seperti  Desa Dalegan, Ketanen, Surowiti ketiganya berada di Kec. Panceng. Juga Desa Sekapuk, Gosari, Pangkah Wetan, Pangkah Kulon, Banyu Urip yang berada di Kec. Ujung Pangkah.

Kemudian yang berada di wilayah Kec. Sidayu ada  Desa Randuboto. Di Kecamatan Bungah ada Desa Melirang serta di Kec. Manyar  meliputi 2 desa yaitu Desa Banyuwangi dan Desa Leran.

“Sudah puluhan desa di Gresik utara yang akan menerapkan program Desa Mandiri. Belum lagi desa-desa yang berada di wilayah Gresik tengah dan selatan,”  tambah  politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Desa Mandiri adalah desa yang mampu mengurus desa dan masyarakatnya secara mandiri, tidak tergantung pemerintah pusat maupun daerah. Makna secara luas  Desa Mandiri yaitu desa yang : (1) menjadi sumber hidup dan kesejehteraan masyarakatnya; (2) menjaga martabat dan kearifannya; (3) menjaga budaya dan lingkungannya; dan (4) membangun & menjaganya secara mandiri dan gotong royong.

“Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah kerja sama  yang baik antara Kepala Desa dengan pengurus BPD, dengan sinergi yang kompak akan memperlancar rencana-rencana yang telah disusun,” lanjut Nur Qolib.

Pihaknya juga sepakat bila para Kades yang baru terpilih di Pilkades seretak kemarin diberi bekal tentang materi Desa Mandiri. Agar ada kesamaan konsep pembangunan kedepan.

Di Kabupaten Gresik, Jumlah desa  ada 330,  termasuk kelurahan total 356. Dewan terus mendorong dan mengawal  unutk mewujudkan desa menjadi mandiri. (Adv/sam)