Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Hati senang, bisnis lancar. Bagi sebagian orang, berbisnis itu berat, penuh perjuangan dan pengorbanan. Tapi tidak bagi pemilik Puding Denil, Dedi Kurnia. Menurut dia, bisnis itu menyenangkan, karena jika tidak dijalankan dengan perasaan senang, maka bisnis tak akan jalan sesuai  dengan yang diharapkan.

Dedi Kurnia dan istrinya Indra Nila, merintis usaha pudding yang diberi nama Denil kependekan dari Dedi Nila sejak 2014. Modal yang digunakan hanya Rp 200.000. Suami istri itupun berbagi tugas. Nila, menangani produksi, dan Dedi bertugas mengantar pesanan.

Awalnya mereka mengerjakan usaha sambil bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik. Namun, karena ordernya semakin meningkat, akhirnya Dedi, kewalahan dan memutuskan untuk resign dari pekerjaannya.

“Saya tidak terus terang ngaku resign kepada istri, hanya bilang cuti,” kata Owner Denil Puding House Dedi Kurnia, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu. Usaha yang dirintis Dedi, semakin berkembang. Karyawannya ada 9 orang. Dia mampu memproduksi 500 botol per hari. Ada 9 varian rasa yang dibuat.

Yaitu, coffee jelly, thai tea jelly, milk tea jelly dan lain-lain. Selain dititipkan di Surabaya Square yang ada di Siola, Merr, Park & Ride, Surabaya Plaza dan Bandara Juanda, dia juga berjualan online melalui media sosial whatsapp, facebook, dan instagram.

“Alhumdulilah, omset kami tembus Rp 50 juta per bulan,” jelas warga Karang Empat ini. Pada saat dilaksanakan Mlaku-mlaku Nang Tunjungan 2018, Denil, meraih juara 1 penghargaan Pahlawan Ekonomi dan mendapat bantuan uang modal. Sejak saat itu, namanya mulai dikenal banyak orang di Surabaya.

Bahkan, oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Denil dilibatkan sebagai tempat kunjungan berbagai tamu dari daerah yang ingin belajar tentang pembuatan produk pudding. Diantaranya dari Nusa Tenggara Timur/NTT dan Papua. “Ada 35 orang ibu-ibu dari Papua yang ingin belajar pembuatan pudding,” tambah pria asli Ngaglik ini. (nanang)