Malang, (bisnissurabaya.com) –¬†Kerukunan antar umat beragama di Jawa Timur/Jatim selama ini berjalan dengan baik. Salah satu, buktinya adalah amannya penyelenggaraan pemilihan presiden/pilpres dan legislatif beberapa waktu lalu. Karena itu, ¬†banyak provinsi lain belajar kerukunan antar umat beragama di provinsi yang memiliki 38 kabupaten/kota ini.

“Bebeberapa provinsi yang studi kerukunan umat beragama di Jatim diantaranya, Jateng, DKI, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur,” kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama/FKUB Jatim, Sofwan, di Malang Senin (5/8). Ia menyatakan, pemantapan kerukunan umat beragama di wilayah kerja Bakorwil III, terutama melalui jalinan komunikasi dua arah. Antar pemangku kepentingan kerukunan beragama.

Caranya, kata dia, menginformasikan berbagai hal positif. Seperti sosialisasi kearifan lokal, pemberian petunjuk teknis, fasilitasi dalam pendirian rumah ibadat, serta pendidikan multi kulturalisme. Juga, pembentukan dan pengembangan “desa model” kerukunan umat beragama di wilker III dan sekaligus sebagai destinasi wisata.

“Wayang kulit sebagai budaya luhung dan pengajian-pengajian yang mengajarkan moderatisme, juga merupakan hal positif untuk dikembangakan umat beragama,” pungkas Sofwan, yang juga mantan Asisten Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jatim ini. Sementara, Kepala Bakorwil III Jatim Malang, Benny Sampir Wanto, mengatakan Bakorwil III hanya memfasilitasi penyelenggaraan pertemuan sebagai langkah tepat.

“Pertama, Bakorwil merupakan kepanjangan tangan Gubernur di daerah, dengan tugas melakukan binwas penyelenggaran pemerintahan dan pembangunan di wilker,” ujarnya. Selain itu, lanjut mantan Karo Pemerintahan Pemprov Jatim ini, Bakorwil berperan memfasilitasi pengembangan potensi kab/kota di wilayah kerjanya. (bw)