Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sejumlah tokoh masyarakat mengajukan criteria calon Walikota Surabaya periode 2020-2025. Setidaknya, ada delapan kriteria yang harus dipenuhi, sebelum para calon walikota dan wakil walikota mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum/KPU Surabaya.

Hal itu dikemukakan tiga perwakilan masyarakat. Diantaranya, Ketua RW 8 Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan, Nanang Sugiarta, Kader UMKM Surabaya, Nurhayati dan Perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Surabaya, Marjuki, di Surabaya Jumat (2/8) lalu.

Yakni, Berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan warga Kota Surabaya melalui pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Melanjutkan pembangunan sumber daya manusia yang telah berjalan, melalui program perluasan kerja, sertifikasi dan pengembangan pelatihan tenaga kerja, serta berkomitmen mengembangkan tenaga kerja yang mandiri.

Memiliki komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Menjaga harmoni untuk menjamin keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan warga Kota Surabaya. Memiliki komitmen yang tinggi untuk mewujudkan Kota Surabaya yang maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendorong kemudahan dan kecepatan pelayanan publik di Kota Surabaya.

Memberi ruang dan perlidungan juga dukungan permodalan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Surabaya. Mau dan mampu menjaga dan melestarikan potensi seni budaya juga pariwisata di Surabaya. Mampu mengayomi kegiatan dan inovasi generasi muda di Surabaya yang makin berkembang setiap waktu seiring perkembangan teknologi informasi.

Menurut Nanang, delapan criteria calon Walikota Surabaya itu tentunya mempertimbangkan berbagai aspek. Diantaranya, karena Surabaya telah meraih penghargaan dari berbagai lembaga internasional, sehingga kemajuan yang telah dicapai hendaknya menjadi komitmen bersama bagi warga kota Surabaya untuk menjaga dan melanjutkan.

Pembangunan infrastruktur jalan, pematusan, perumahan, dan upaya pengendalian banjir harus dilanjutkan, sehingga Kota Surabaya menjadi kota yang maju dan nyaman bagi penghuninya. Pembangunan di bidang ekonomi dan sosial yang telah menjadikan warga kota meningkatkan kesejahteraan juga harus menjadi perhatian Walikota Surabaya yang akan datang.

Perizinan usaha yang mudah, cepat dan murah serta kesempatan berusaha yang terbuka luas meningkatkan pendapatan masyarakat. Demikian pula harmoni hubungan sosial diantara warga kota Surabaya terjalin dengan baik. Sehingga Kota Surabaya menjadi kota yang nyaman dan aman untuk ditinggali.

Dari sejumlah kriteria, Perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Surabaya, Marjuki, menyebut Kadisnaker Surabaya, Dwi Purnomo, sebagai sosok yang pantas untuk maju dalam Pilwali Surabaya 220 mendatang. Mereka yang berembug mengatasnamakan tokoh masyarakat Surabaya, gabungan pengurus RT-RW se-Surabaya, gabungan pengurus LKMK se-Surabaya, masyarakat pekerja Surabaya, kepemudaan Surabaya, budayawan Surabaya, pegiat teknologi informasi Surabaya, pegiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Surabaya dan gabungan pengusaha Surabaya. (bw)