Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sudah saatnya kopi asal Jawa Timur/Jatim dimunculkan secara nasional. Terutama kopi Ijen Banyuwangi dan kopi Leduk Pasuruan.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Bidang Industri Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Heri Wiriantoro, di Surabaya Senin (5/7) siang.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur turut memeriahkan dengan menyuguhkan acara Festival Kopi Jatim ini pada outdoor space yang akan mengusung berbagai kompetisi kopi. Seperti Coffee Roasting Competition dan Innovative Product Competition. Selain itu, juga akan ada talkshow inspiratif tentang perkembangan bisnis kopi khususnya Jatim dengan mengundang beberapa pembicara dari berbagai bidang. Mulai dari pemerintahan, lembaga penelitian seperti Puslitkoka dan Coffeepreneur.

“Festival Kopi pada tahun ini lebih fokus kepada proses pengolahan kopi (roastery dan inovasi produk). Festival kopi kali ini diharapkan mampu menghadirkan IKM kopi terbaik Jawa Timur serta menyajikan berbagai hasil kreatifitas dalam membuat olahan kopi,” jelas Heri.

Pameran produk unggulan terbesar di Jatim yang melibatkan 38 Kabupaten/Kota serta 10 provinsi lain yang terlibat, BUMD, dan beberapa UKM Mandiri yang digelar mulai 7-11 Agustus ini. Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas Koperasi dan UKM mendukung penuh terlaksananya acara ini serta bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan OPD lain yang turut berpartisipasi.  Pelaksanaan Koperasi dan UMKM Expo 2019 ke-7 dengan semangat baru mengangkat tema “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0” harapannya dapat memberikan edukasi dan wadah bagi seluruh Koperasi dan UMKM yang ada di Jatim untuk selalu siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang semakin mengedepankan Digitalisasi.

“Harapannya dengan diadakannya acara ini, akan membuka kesempatan Semakin banyak koperasi dan UMKM yang mendapatkan relasi konsumen maupun buyer di lingkup nasional dan internasional. Sehingga dapat dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan,” tambah  Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jatim, Achmad Basuki.

Terdapat acara menarik yang meramaikan pameran The 7th Koperasi dan UMKM Expo dan melibatkan seluruh asosiasi binaan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim. Tahun ini, juga akan ada kembali konsep City Of Charm yang akan melibatkan Kabupaten Lamongan dengan membawakan berbagai produk khas dan program acara menarik. Tidak hanya lembaga pemerintahan, acara ini juga bersinergi dengan berbagai e – commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan juga Go-Jek Indonesia yang mensupport penuh acara ini.

Harapannya adanya sinergi dengan e commerce dan digital platform ini, dapat memberikan dampak positif secara langsung terhadap perkembangan UMKM di era revolusi industri 4.0. Berbagai program menarik juga disiapkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai deklarasi “Bela dan Beli Produk UMKM” yaitu, pencanangan Hari Belanja Online Produk UMKM Nasional yang akan diresmikan oleh Ibu Gubernur Jawa Timur, dilanjutkan dengan Kelas Pelatihan UMKM berbasis digital dan berbagai talkshow inspiratif mengenai perkembangan digital masa kini.

“Pameran Koperasi & UMKM Expo 2019 kali ini tentunya berbeda dari pameran sebelumnya. Tahun ini tema pameran lebih menekankan pada “Revolusi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0”. Harapannnya, pameran Koperasi dan UMKM Expo 2019 menjadi wadah bagi seluruh umkm Jawa Timur agar dapat mengembangkan usahanya untuk lebih melek digital dan mampu menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Direktur Utama PT. Amara Satu Raya Yusuf Karim Ungsi, sambil menjelaskan target pameran selama lima hari ini dihadiri 35.000 pengunjung dengan transaksi Rp 6 miliar.

Pameran UMKM terbesar ini juga bekerjasama dengan Asosiasi binaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur yang siap menyuguhkan berbagai program acara menarik mulai dari talkshow, fashion show dan berbagai workshop menarik yang dapat memberikan edukasi dan manfaat bagi masyarakat khususnya Jawa Timur. (bw)