Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Upaya pemerintah dan jajaran terkait dalam pencegahan pemberantasan peredaran gelap penyalahgunaan narkoba (P4GN) sangat efektif, masif dan sistematis. Termasuk di Jawa Timur/Jatim. Namun para bandar dan pengedar masih saja berusaha memanfaatkan kelengahan petugas untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Untuk menunjukkan hasil kerja keras kepolisian dalam kegiatan P4GN, Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Luki Hermawan, M.Si, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI, R Wisnoe Prasetja Boedi, melakukan kegiatan pengungkapan kasus narkoba di Mapolres KP3 Tanjung Perak Rabu (31/7).

Acara ini turut dihadiri Sekretaris Daerah/Sekda Provinsi Jatim, Dr Ir Heru Tjahjono, M.M., Kepala BNN Provinsi Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, alim ulama serta lainnya.

“Selama periode Maret 2018 hingga Juli 2019, Satgas Narkoba Polda Jatim berhasil mengamankan Barang Bukti/BB narkoba sebanyak 99 butir Pil ekstasi dan 87,612 kg Shabu dari Sindikat Sokobanah, Sampang,” kata Kapolda Jatim Irjenpol Drs Luki Hermawan,MSi, kepada bisnissurabaya.com.

Selain itu, polisi juga mengamankan BB lainnya. Diantaranya 7 unit HP, 1 buku tabungan BCA, 1 kartu ATM BCA Flazz, 1 Unit Mobil Calya, 1 resi penerima yang sudah ditandatangani oleh penerima.

“Dalam kasus ini kerugian diperkirakan sebesar Rp. 74.895.000.000,” tambah Jenderal bintang dua ini.

Peran serta alim ulama dan tokoh masyarakat sangat diperlukan dalam tindakan preventif dan upaya dini mencegah beredarnya penyalahgunaan narkoba di masyarakat. (nanang)