Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) -;Tim buru sergap/Buser menunjukkan kinerjanya. Yakni, jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo membekuk Msl (39) warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Tersangka ditangkap karena diduga mencabuli anak kandungnya, N sampai hamil.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti/BB Diantaranya, satu kaos warna biru, satu celana training warna hitam, dan satu celana dalam warna ungu tua milik tersangka.

Selain itu, satu kaos baju tidur warna kuning motif kembang, celana training warna coklat muda, satu celana dalam warna putih krem, satu kaos dalam warna merah muda, dan satu BH warna putih milik korban.

“Tersangka bekerja serabutan sebagai buruh tani. Untuk melakukan aksinya itu, tersangka menunggu saat istrinya sedang bekerja dan rumah dalam keadaan sepi. Setiap melaksanakan nafsu bejatnya itu, dia beralasan nekad menyetubuhi anaknya karena tidak bisa menahan atas kemolekan tubuh anaknya,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Rabu (31/07).

Dalam menjalankan aksi bejatnya, menurut penyidik, dilakukan sejak korban masih duduk di bangku SMP hingga tertangkap. Bahkan, pada 2017 lalu, korban yang masih anak kandungnya sendiri sampai hamil. Kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Jatim untuk menggugurkan kandungannya.

Karena ketagihan, tersangka berulangkali meminta korban untuk melayani aksi bejatnya itu. Korban tak bisa mengelak ajakan bapaknya karena diancam dan tidak akan diberikan uang sampai korban hamil kembali.

Dalam perkembangan kasus ini, polisi bakal mengembangkan perkara pencabulan ini. Termasuk menyelidiki lebih lanjut dan mencari tahu rumah sakit mana untuk membantu proses penggugurannya.

Tersangka bakal dijerat pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana diubah UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam 15 tahun penjara. (rin)