Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Usaha camilan tak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti omset usaha camilan sangat menjanjikan. Seperti usaha camilan yang dikelola Siti Aisyah.

Sehari- hari wanita yang tinggal di kawasan Jalan Flamnoyan Banyuwangi ini membuat stik ubi ungu. Saat ini permintaan stik ubi ungu ini lumayan banyak dari luar kota. Saat ini permintaan stik ubi ungu ini secara rutin datang dari pelanggan kawasan Temanggung, Jawa Tengah/Jateng. Jumlah permintaan lumayan banyak, mencapai 3 kwintal per bulan. “Jika lebaran dan tahun baru, permintaan bisa mencapai 1 ton,” ungkapnya.

Saat ini, proses produksi di bantu 4 tenaga kerja. Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat stik adalah ubi ungu. Pasokan ubi ungu ini dia datangkan dari kawasan Blimbingsari Banyuwangi. Rasanya yang manis, teksturnya renyah serta warnanya yang menggoda, membuat stik ubi ungu ini disukai. Untuk membuat tiga kwintal stik, Siti Aisyah, perlu dua kwintal bahan ubi ungu. Bahan ubi ini diolah dengan ditambahkan bahan terigu dan lainnya, kemudian digoreng. Harga stik ubi ungu ini dia jual Rp 28.000 per kilogram.

Jatuh bangun dalam usaha camilan sempat dia rasakan. Diawal usaha, Siti, membuat keripik pisang disamping stik ubi ungu. Proses membuat stik ubi ini pun tak instan, melalui proses panjang. “Saya sempat beberapa kali uji coba sampai ketemu formula yang pas seperti sekarang,” ucapnya.

Proses pemasaran dia kerjasama dengan pemilik toko dengan sistem titip. Tentu, risikonya jauh lebih besar. Suka duka dalam membangun usaha sempet dia rasakan. Diawal usaha, dia harus rela banyak barang yang kembali. “Pernah saya mengalami titip 100 bungkus, kembali 80 bungkus,” kenangnya, kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini. Seiring waktu dia bertemu dengan pelanggan yang minta dikirim secara rutin untuk dijual kembali. (tin)