Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Siapa yang tak kenal kopi? Minuman pelepas lelah sungguh nikmat bagi yang menyeruputnya. Yaaaa……, Mulai anak sekolah, pegawai kantoran bahkan aki2 dipastikan suka kopi.

Hanya saja, tidak banyak yang mengetahui cara membuat kopi super modern ala tongkrongan orang bonafid. Kecuali para barista yang cekatan membuat kopi pesanan di cafe elit seperti Excelso. Untuk lebih mensosialisasikan produk kopi, melalui pelatihan agar mudah dipahami penikmat kopi di Jawa Timur/Jatim khususnya Surabaya.

“Kami sengaja membuka kelas pelatihan cara membuat kopi yang higienis seperti yang dijajakan cafe2 elit,” kata Head of Corporate Communication Kapal Api Global, Pangesti Bernardus, kepada bisnissurabaya.com, disela pelatihan di Surabaya Selasa (9/7).

Ada Tiga Kopi Single Origin Indonesia, yakni Sumatera Mandheling, Kalosi Toraja dan Luwak Toraja diperkenalkan lewat kelas kopi khusus di Surabaya. Pangesti, tidak sendirian. Dia didampingi Training Manager, Iffung Exka Hadiyawan, yang khusus memberi pembelajaran bagaimana  “Mengenal Kopi Single Origin Indonesia” yang menjadi kebanggaan Indonesia dan kafe Excelso.

Adapun tiga jenis kopi yang diperkenalkan adalah varian  kopi single origin khas Indonesia Kalosi Toraja, Sumatera Mandheling, dan Luwak Toraja.

“Mari kita coba untuk mengenali aroma setiap jenis kopi sebelum diseduh dengan mengendus aromanya ketika masih dalam bentuk bubuk. Setelah itu baru kita seduh dan kita hirup lagi aromanya,” kata Iffung.

Idealnya, kata dia, aroma kopi tersebut saat masih dalam bentuk bubuk, akan menghasilkan aroma yang sama setelah diseduh.

Ia menjelaskan, arti istilah single origin yang sangat identik dengan era gelombang kopi ketiga atau third wave coffee.

Penjelasan sederhananya, single origin adalah asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal. Umumnya, single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa. “Kalosi Toraja ini misalnya, diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama,” jelasnya.

Dengan teknologi menyeduh kopi yang berbeda, satu jenis kopi yang sama akan menghasilkan aroma, acidity dan body yang berbeda. Aroma adalah bau khas yang dikeluarkan pada waktu pengadukan lapisan bubuk kopi sesaat setelah penyeduhan. Contohnya, adalah aroma buah (fruity), aroma bau kacang (nut-like), aroma bunga (herbal) dan sebagainya.

Acidity adalah sensasi keasaman yang menyegarkan bagian dari cita rasa yang terbentuk setelah seduhan dicicipi dan di tahan didalam rongga mulut selama 3-5 detik. Body adalah sifat kekentalan (mouthfeel) kopi, biasanya dinilai dengan cara menggosokan lidah dengan langit-langit mulut sehingga ada kesan kekentalan dari cairan

“Tujuan dari teknik penyeduhan kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi agar sesuai dengan yang kita inginkan Tentu saja mana yang lebih enak akan tergantung pada selera masing masing konsumen,” ujar Iffung.

Kopi yang diseduh dengan menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan yang baik aroma, acidity dan bodynya terbilang berskala sedang, sementara seduhan dengan coffee machine akan menghasilkan level acidity dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala mendium. Bagi para penggemar kopi yang lebih menikmati kopi melalui aroma harum dan rasa yang lebih asam, dapat memilih cara menyeduh kopi menggunakan alat bernama Syphon Brew.

“Hasil seduhannya akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat acidity berskala tinggi, sementara bodynya cenderung tidak kental,” imbuh Iffung. (bw)