Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Kompleksitas perkembangan lingkungan strategis saat ini berimplikasi pada pergeseran paradigma ancaman. Sehingga, menuntut Tentara Nasional Indonesia/TNI Angkatan Udara/AU untuk fokus dalam pengembangan kekuatan dan pembinaan kemampuan matra udara, dengan tetap mengacu pada postur TNI AU.
“Rencana Strategis (Renstra) TNI AU dan Minimum Essential Force (MEF ) menjadi harapan terwujudnya sebuah organisasi tempur pengawal kedaulatan udara yang andal, berkelas, dan disegani,” kata Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M.

Pesawat tempur yang dibeli Indonesia. (Foto/ist)

Hal tersebut disampaikan saat memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Udara (Dankodiklatau) dari Marsda TNI Andjar Sungkowo, S.E., M.Si (Han), kepada Marsma TNI Diyah Yudanardi, dan Kepala Dinas Pengembangan Operasi Angkatan Udara (Kadisbangopsau), di Auditorium Leo Wattimena Mabesau, Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (27/6).

Selain sertijab Dankodiklatau, juga dilaksanakan Sertijab Kadisbangopsau dari Marsma TNI Irawan Nurhadi kepada Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr. (Han). Berkaitan dengan pengembangan kekuatan matra udara, Kasau menjelaskan dalam waktu dekat TNI AU akan mendatangkan beberapa alutsista mutakhir.

Meliputi pesawat tempur generasi terbaru, pesawat angkut, pesawat amfibi, helikopter SAR tempur, pesawat tanpa awak (UAV), Jet tanker, serta alutsista pendukung lainnya seperti radar GCI, radar pasif, dan rudal jarak jauh. “Disinilah peran Kodiklat AU untuk menyiapkan personel TNI AU yang profesional dan ahli dibidangnya, serta memiliki jiwa militan, serta inovatif,” jelas Kasau.

Dengan bertambahnya alutsista tersebut, diharapkan performa AU lebih maju dan modern. Sehingga lebih sigap menjaga dan mengawal wilayah udara Indonesia. (nanang)