Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pecinta kuliner desa khas tempo dulu. Walaupun di kota mudah ditemukan aneka makanan yang beraneka ragam dan lezat rasanya seperti sop buntut, pizza, martabak, kebab, dan masih banyak lagi. Namun, banyak warga kota besar yang merindukan makanan desa, atau jajanan khas tempo dulu.

Sebut saja, Erlina Budi Ningrum, warga Klampis Ngasem Sukolilo Surabaya yang kini berdomisili di Jakarta. Dia seringkali  merindukan aneka jajan pasar. Seperti, gatot, serawut, tiwul, ketan, kelanting, lupis, cenil, ataupun kelepon.

“Saya juga sering kepingin makan nasi jagung dengan lauk ikan asin,” kata penikmat kuliner tempo dulu Erlina Budi Ningrum, kepada bisnissurabaya.com Sabtu (29/6) pagi.

Untuk mengobati rasa rindu pada makanan khas tempo dulu,  Alumni SMP Negeri 9 dan SMA Negeri 6 ini menyempatkan diri pulang ke Surabaya. Di kota kelahirannya, dia setiap pagi menunggu pedagang makanan yang tiap pagi lewat di depan rumahnya.

Suara penjaja makanan yang nyaring saat menawarkan dagangannya seringkali membuatnya tertawa sendiri dalam hati. Karena menu makanan yang dilagukan sama persis dengan nama suaminya. “Gatot..Gatot..Gatot…”

“Harga yang ditawarkan murah sekali, antara Rp 3.000 sampai Rp 5.000,” ujar alumni Unesa ini.

Dengan menyantap makanan khas tempo dulu, Erlina, merasa puas karena dapat mengobati kerinduannya selama ini. (nanang)