Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Nama perempuan ini adalah Megawati. Namanya, mirip putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, yang menjadi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dan Presiden Indonesia ke-5. Entah mengapa, saat dilahirkan, orang tuanya, menamakan wanita ini Megawati. Mungkin, kedua orang tuanya menginginkan putrinya bisa memiliki tekad yang bulat dan semangat yang menyala-nyala, layaknya putri Bung Karno itu.

Megawati, yang ini memang bukan siapa-siapa. Perempuan kelahiran Surabaya 45 tahun yang lalu itu bukanlah seorang pejabat ataupun pengusaha besar. Dia hanyalah lulusan sarjana psikologi dari sebuah universitas di Surabaya yang sering jatuh bangun saat menjalankan usahanya. Pada saat pemilihan Presiden 2019, di tengah keterbatasan yang ada, hatinya tergerak untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – Makruf Amin, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

“Saya mewakili La Nyala Academia bersama teman-teman dari relawan lain mendirikan Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Jawa Timur/Jatim,” kata relawan Jokowi, Megawati, kepada bisnissurabaya.com Kamis (27/6). Pada saat kampanye, perempuan cantik berhijab ini, tidak hanya menggalang dukungan di Surabaya saja.

Print berita yang dibawa Megawati. (Foto/ist)

Dia bersama Tim Kerja Jokowi, juga menyasar beberapa kota lain. Contohnya, dia menggarap Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember yang merupakan wilayah tapal kuda yang awalnya merupakan wilayah pendukung capres lawan. “Alhamdulillah, dengan kerja keras dan program yang cerdas. Yaitu, pengurusan sertifikat lahan petani yang seluas 1,4 juta hektar, suara Jokowi disana menang 70 persen,” jelas warga Kalidami ini.

Kisah perjuangan berat Megawati, dkk Tim Kerja Jokowi, dalam memenangkan hati rakyat di Jember ini pernah dimuat khusus media online bisnissurabaya.com. Oleh Megawati, tulisan di media online ini dibaca setiap hari. Dia semakin bersemangat untuk terus mengaplikasikan dan memperjuangkan  program kerja Jokowi, yang termuat dalam nawacita di masyarakat.

Saat mendengar Presiden Jokowi, melakukan kunjungan kerja di Surabaya dan Gresik beberapa waktu yang lalu, dia punya keinginan kuat untuk menemui Presiden Indonesia ke-7 tersebut, guna menyampaikan hasil Tim Kerja-nya selama ini. Setelah mempertimbangkan jarak dan waktu, akhirnya Megawati, memutuskan untuk mendatangi Jokowi di Kedung Tarukan, tempat berlangsungnya kegiatan pernikahan anak salah satu ulama tokoh kharismatik NU Jatim.

“Waktu yang sangat terbatas, membuat saya bingung untuk membuat laporan ke Pak Jokowi. Untung saya teringat bahwa kegiatan di Jember pernah dimuat di online bisnissurabaya.com. Akhirnya, saya mampir ke warnet di Ketintang untuk mengeprint berita tersebut,” tambah ibu dua anak ini.

Berbekal berita yang sudah diprint tersebut, Megawati dkk mendatangi Presiden Jokowi. Walaupun harus melewati ketatnya penjagaan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), akhirnya Megawati, bisa menyerahkan laporan yang berbentuk print-printnan berita itu langsung ke Presiden Jokowi.

Awalnya kertas itu diminta oleh salah satu anggota Paspampres, namun oleh Presiden Jokowi, langsung diminta dan dibacanya. Setelah membaca judul berita “Ini Kerja Nyata Tim Kerja Jokowi” suami Iriana, itupun mangut-manggut dan berkata “Ya, ya…Terima Kasih,Terima Kasih”. Bukan hanya ucapan terima kasih yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, untuk mengapresisi kinerja relawannya itu. Tetapi juga mengajak foto bersama Megawati, sambil menunjukkan kertas laporan yang dibawanya itu.

Saking bingung dan nervous, Megawati, sampai lupa menyiapkan kamera. Akhirnya dia menggunakan handphonenya. Itupun dibantu anggota paspampres untuk mengambil gambar. Keinginan Megawati, untuk bertemu Presiden Jokowi, sudah terbayar lunas. Saking senangnya setelah pamit kepada Presiden, dia langsung bergegas pergi.

Hingga lupa pada tas yang dititipkan kesalah satu anggota paspampres yang memotretnya tadi. Beruntunglah pengawal itu berteriak mengingatkan. “Bu, Ini tasnya”. Sebagai relawan, keinginan Megawati, kedepan sangat sederhana. Dia hanya ingin bisa mengawal program Jokowi di masyarakat hingga akhir masa jabatan di tahun 2024 mendatang. (nanang)