Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Malaysia mulai membidik warga Indonesia. Terutama untuk menetap di negeri jiran lebih lama/10 tahun. Yakni, masalah edukasi/pendidikan anak, pengobatan/berobat serta bisnis. Tiga jenis inilah yang bisa mendapatkan visa keluar masuk (multiple entry) 10 tahun dan dapat diperpanjang seterusnya.

Penegasan itu dikemukakan Direktur Malaysia Tourism Promotion Board, Roslan Othman, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Rabu (26/6). Ia menjelaskan, sebetulnya pemerintahan Malaysia memiliki program Malaysia My Second Home (MM2H). ‘’Program ini menawarkan kepada warganegara asing menetap atau berkunjung ke Malaysia untuk jangka waktu yang lama, dengan pensyaratan tertentu. Bagi mereka yang memenuhi pensyaratan, ahli MM2H bisa mendapatkan visa keluar masuk (multiple entry) 10 tahun dan dapat diperpanjang seterusnya,’’ kata Roslan.

Menurut dia, ada daya tarik warga Negara asing/WNA mengikuti program MM2H. Diantaranya, beaya hidup yang relatif rendah, kestabilan politik, infrastruktur yang cukup baik, penduduk yang ramah, perawatan medis kelas satu dengan harga yang terjangkau dan lain-lain fasilitas yang dapat dinikmati. Melalui MM2H, warganegara Indonesia bisa memilih untuk tinggal di Penang, Johor, Kuala Lumpur atau diantara 14 negeri di Malaysia.

Hanya saja, kata dia, ada persyaratan untuk mengikuti program MM2H. Yakni, bagi warga usianya dibawah 50 tahun, perlu membayar deposit RM 300,000 (sekitar IDR 874 juta) dan RM 150,000 (sekitar IDR 437 juta) bagi yang berusia di atas 50 tahun. ‘’Uang deposit di rekenening bank di Malaysia pada jangka waktu yang tertentu dapat diambil dan digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya psekolahan anak, perobatan atau pembelian properti,’’ ujarnya. (bw)