Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Sukses merintis usaha ayam goreng, wanita jebolan psikologis Universitas Muhammaddiyah/Unmuh Malang ini kian mantap menapaki bisnis kuliner.

Sejak dua bulan lalu, pemilik Rina Fry Chiken ( RFC) ini membuka gerai usaha bakso di kawasan Kyai Haji Hasyim Asy’ari, samping RFC Rogojampi Banyuwangi.

Usaha bakso yang dikelola ibunda Kevino ini menyajikan konsep bakso prasmanan, satu-satunya di kawasan Rogojampi.

Keistimewaan bakso Prasmanan Rina ini, tersedia varian lengkap.

Mulai dari varian pentolnya. Tersedia sembilan varian pentol. Mulai dari pentol Jawara, pentol kasar, pentol halus, pentol keju, pentol bakar, pentol puyuh, pentol isi daging, pentol mercon dan pentol hati sapi. Pelanggan dijamin puas dengan rasa baksonya.

“Soal rasa, dijamin pasti jawara. Terbuat dari bahan daging sapi pilihan,” ungkap wanita bernama lengkap Rina Susilawati ini.

Pentol Jawara ini, bakso dengan ukuran super jumbo.  Penyuka pedas, bisa mencoba menikmati letupan pedasnya bakso mercon.

“Selain bakso Jawara, bakso kasar dan bakso puyuh menjadi favorit pelanggan,” ucapnya.

Harga menu yang ditawarkan sangat terjangkau.

Disamping tersedia aneka varian bakso, tersedia aneka varian menu pelengkap lainnya.

Seperti tahu basah, tahu goreng, siomay, aneka gorengan seperti tahu walik, gorengan panjang, mawar, bulat terbuat dari bahan pentol dan kikil. Serta menu tambahan seperti lontong, nasi, rambak, usus, kerupuk dan mie kuning.

Untuk harga isian dan pentol, mulai dari Rp 3.000 – Rp 20.000 per item. Khusus gorengan dibandrol dari harga Rp 2.000 per item.

Pelanggan bisa memilih sesuai selera.

Keistimewaan Bakso Prasmanan Rina ini, di sajikan dengan kuah khas, yakni kuah bening tanpa banyak lemak, dengan cita rasanya dijamin istimewa.

Rina mengaku, tak mau  main main soal rasa.

Baginya kualitas rasa menjadi hal mengutama.

Menurut Rina kiat sukses di usaha kuliner, selain mengedepankan kualitas rasa, inovasi dan ketelatenan kunci utama.

Usaha bakso ini sebenarnya sudah lama dia idamkan. Namun, baru mendapatkan restu orang tua tahun ini.

“Restu orang tua ini penting dalam merintis usaha,” yakinnya.

Alasan pilih usaha bakso, kata Rina, menu satu ini disukai semua kalangan. Dirinya optimis prospek usaha kuliner masih menjanjikan.

Meski baru buka, gerai baksonya sudah banyak pelanggan. Rina bersyukur kebanyakan pelanggan selalu repeat order.

Terkait keahlian membuat bakso, Rina sengaja mengikuti kursus bakso di Surabaya, tiga tahun silam.

Bermodal keahlian mengikuti kursus dan kegemaran mencicipi menu bakso di berbagai tempat, Rina lebih suka menciptakan inovasi dalam usaha baksonya. (tin)