Surabaya, (bisnissurabaya.com) –Hari ini ada yang berbeda di Mall Royal Plaza. Tidak seperti biasanya, sejak pukul 10.00 sudah dipadati bocah yang masih lucu-lucunya. Mereka adalah puluhan siswa Taman Kanak-kanak yang mengenakan pakaian adat salah satu daerah dengan diantar orang tua mereka masing-masing. Rupanya kehadiran mereka adalah untuk memeriahkan  acara wisuda dan pentas seni yang digelar TK Tunas Harapan.

Untuk tahun ini sekolah yang terletak di Jalan Karangan 234 C (belakang Kodam  V/Brawijaya) Surabaya ini menggelar acara wisuda kelulusan di Royal Plaza, yang sebelumnya hanya di sekolah. “Alhamdulilah, tahun ini ada 19 siswa TK yang diwisuda,” kata Kepala Sekolah TK Tunas Harapan, Dra Esti Noermasari, S.Pd, kepada bisnissurabaya.com, Rabu (19/6) kemarin.

Kepala Sekolah TK Tunas Harapan, Dra Esti Noermasri, S.Pd., (pegang mic) saat memberi wejangan terhadap wisudawan/wisudawati. (Foto/nanang)

Puluhan bocah tampak gembira dan bersemangat saat mereka menampilkan atraksi tari. Antara lain, tari tikus piti, gemu fa mire, dan tari malu pada kucing. Kegembiraan tidak hanya dialami anak didik dan orang tuanya semata, tetapi juga oleh kepala sekolah dan para guru mereka. Karena mereka berhasil menyiapkan anak bangsa yang cerdas dan berkualitas.

Siswa yang Lulus

Ternyata, sekolah taman kanak-kanak memiliki kreteria sendiri dalam meluluskan para bocah yang menjadi muridnya. Diantaranya, kemampuan membaca, menulis, berhitung, mengenali dan membedakan warna, memahami bentuk dan sifat benda, menyanyi dan menari. “Semua itu merupakan syarat untuk masuk ke jenjang sekolah dasar/SD,” kata Kepala Sekolah TK Tunas Harapan, Dra Esti Noermasari, S.Pd, yang berhijab ini.

Saat melepas siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan kepala sekolah asli Surabaya ini memberikan wejangan dan petuah singkat. “Dijenjang TK, anak anak masih bisa belajar dan bermain, tetapi di SD polanya sudah berubah. Yaitu, lebih banyak belajar ilmu pengetahuan dasar. Karena itu butuh ketekunan dalam belajar,” tambah Sarjana PAUD dari Universitas Negeri Surabaya/Unesa ini.

Salah satu wali murid, Santi (kiri).

Esti berharap agar di manapun anak-anak meneruskan sekolah lanjutannya, agar rajin belajar dengan tekun dan serius. TK Tunas Harapan sendiri, kata dia, sudah puluhan tahun mengabdikan diri dibidang pendidikan di Surabaya. Banyak lulusan yang dilahirkan dari tempat ini. Salah satu wisudawan terbaik tahun ini adalah Intan Fahira Anggraeni, yang merupakan putri pertama dari pasangan Angga dan Santi. Menariknya menurut penuturan Santi, Angga, suaminya juga alumni TK tersebut.

Menurut dia, sekolah di TK Tunas Harapan bayarnya murah dan gurunya ramah-ramah serta lulusannya dipastikan sudah bisa membaca. Selepas belajar di TK Tunas Harapan, Intan, bisa diterima melanjutkan sekolah di SDN Sawunggaling VIII Surabaya. (nanang)