Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelantikan anggota DPRD Kota Surabaya hasil Pemilihan umum/Pemilu 17 April lalu baru dijadwalkan 24 Agustus mendatang. Namun, pembangunan berbagai fasilitas yang ada di kawasan Yos Sudarso tempat wakil rakyat ber-kantor, mulai dipugar dan dipercantik. Jika tidak ada aral melintang, Pemerintah Kota Surabaya Kamis (20/6) ini memulai pembangunan basement Alun-alun Kota Surabaya yang terintegrasi dengan komplek Balai Pemuda dan Gedung DPRD Surabaya, yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut.

Untuk kepentingan pengerjaan proyek basement (ruang bawah tanah), diperkirakan jalan Yos Sudarso akan ditutup bagi pengendara kendaraan yang akan melintas selama 6 bulan. Direncanakan, ada dua tahap penutupan akses jalan menuju Balai Kota Surabaya ini. Pertama adalah penutupan sebagian ruas jalan secara bergantian selama kurang lebih dua minggu, dan dilanjutkan penutupan secara keseluruhan selama enam bulan.

“Tahap pertama pekerjaan ini adalah pembangunan dimulai dari Pile Integrity Test (PIT) atau tes pantulan gelombang sonic tiang pondasi basement,” kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Surabaya, Ir Chalid Buhari, kepada bisnissurabaya.com Rabu (19/6). Untuk tes PIT ini, setidaknya berlangsung empat kali untuk masing-masing ruas. Selama tes yang berlangsung antara 8-12 hari, maka mulai Kamis (20/6), salah satu sisi Jalan Yos Sudarso ditutup secara bergantian.

Masing-masing bagian ini akan berlangsung empat – enam hari. Kendaraan dari arah Jalan Gubernur Suryo tidak bisa ke kiri. Harus ke kanan dulu berputar di Bundaran Air Mancur, baru kearah Yos Sudarso. Rekayasa berlaku sebaliknya ketika ruas sisi Timur Jalan Yos Sudarso yang ditutup. Kendaraan dari Jalan Pemuda tidak bisa langsung ke kanan ke arah Yos Sudarso. Harus ke kiri dulu lewat Bundaran Air Mancur.

Setelah melaksanakan tes PIT, Dinas Cipta Karya melaksanakan pembangunan tiang pancang dan rongga basement, yang diperkirakan selesai selama 600 hari. Namun, pelaksanaan penutupan total Jalan Yos Sudarso hanya berlangsung selama 6 bulan. “Sesuai anggaran, pengerjaan tiang pancang dan rongga basemen ini akan menghabiskan dana APBD sebesar Rp 24 miliar dari total kurang lebih Rp 80 miliar,” jelas Chalid Buhari.

Proyek ini memang menggunakan anggaran multiyears, tahun ini dikerjakan bagian atasnya dulu supaya tidak terlalu lama mengganggu lalu-lintas, sisanya tahun depan. Dan untuk tahun depan dianggarkan Rp 56 miliar. (nanang)