Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya bidang Perdata Tata Usaha Negara (Datun) segera mengosongkan Taman Hiburan Rakyat (THR).

Pengosongan akan dilakukan dalam waktu dekat setelah sebelumnya dilayangkan surat somasi . Ada dua kali somasi yang dilayangkan Kejari Surabaya, pertama pada 27 Mei, kini surat somasi kedua juga sudah dilayangkan.

“Sebenarnya somasi tidak harus satu, dua dan tiga. Sekali somasi saja sudah cukup, karena somasi itu sebuah kebijakan dan somasi ketiga pun juga sebuah kebijakan,” kata Kasi Datun Kejari Surabaya, Arjuna Meghanada W saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (18/6) sore.

Menurut Arjuna, sejauh ini yang dia ketahui baru 10 orang yang meninggalkan lokasi dari total 108 orang. Dan kini menyisakan 98 orang.

“Sebenarnya kita bisa saja melalukan tindakan tidak harus menunggu somasi kedua, namun setelah kita rapatkan kembali karena ini momen setelah lebaran dan juga pendaftaran anak sekolah maka kita putuskan untuk melayangkan somasi kedua,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Kejari Surabaya sebagai kuasa hukum Pemkot Surabaya dan bertindak sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN). Sebab, THR merupakan aset milik Pemkot Surabaya.

Pun Kejari meminta penghuni segera meninggalkan dan mengosongkan THR yang meliputi gedung Srimulat, gedung wayang orang (Pringgodani), gedung ludruk dan stan usaha.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya berencana merevitalisasi THR. Bangunan di Jalan Kusuma Bangsa itu nantinya dipindah ke bagian depan yang kini ditempati Hitech Mall.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan selama ini masyarakat yang tinggal di kawasan THR memanfaatkan lahan tersebut yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan seni. Sehingga hal ini tidak sesuai dengan konteks awal penataan kawasan.

“Mereka yang tinggal di sini (THR) tidak semuanya warga Surabaya. Karena itu kemudian dilakukan pengamanan tapi bukan disita, namun (kesenian) mereka dialihkan ke Balai Pemuda karena lokasi ini akan ditata ulang (revitalisasi),” kata Antiek.

Antiek menyampaikan selain dilakukan revitalisasi, nantinya kawasan THR akan dibangun hubungan hukum baru yang sesuai dengan ketentuan. Dengan begitu masyarakat yang saat ini masih tinggal lokasi tersebut, diharapkan dapat beralih ke tempat lain. “Jadi itu dalam rangka penataan semua, nantinya kita siapkan mereka untuk seninya di depan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan pendataan, hampir 90 persen warga yang tinggal di kawasan THR bukan warga Surabaya. Kendati demikan, Antiek menegaskan, bagi warga Surabaya nantinya dibantu relokasi pindah ke rumah susun. Sementara yang bukan warga Surabaya, pihaknya menyebut tidak bisa melakukan intervensi bantuan. “Pemerintah Kota Surabaya akan memfasilitasi yang warga Surabaya,” pungkasnya.

Untuk sementara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Surabaya menampung para seniman untuk tampil seni di Balai Pemuda. (ton)