Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Peringatan Menteri Keuangan/Menkeu Sri Mulyani, tentang eksklusifisme dan perilaku benalu disampaikan kepada jajarannya saat pelantikan pejabat eselon II dan III di Jakarta  Jumat (14/6). “Saya tidak akan memaafkan pada jajaran eselon mana saja, mereka yang mau melakukan pola kepemimpinan yang eksklusif yang hanya mementingkan dirinya, kelompoknya atau bahkan menjadi penyuara kebencian terhadap mereka yang berbeda dengan kita,” kata Menkeu, Sri Mulyani, kepada bisnissurabaya.com, Senin (17/6).

Peringatan keras ini ditujukan kepada para pejabat di lingkungan kementerian keuangan yang ditengarai bergabung dengan organisasi yang dilarang negara seperti Hiszbut Tahrir Indonesia (HTI). “Itu tidak bisa dimaafkan, dan tidak seharusnya ada di Kementerian Keuangan,” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani, yang pernah berkarir di Bank Dunia ini, mengatakan, Kementerian Keuangan adalah sebagian kecil dari institusi yang memiliki kemewahan adanya instansi vertikal. Kalau di institusi ini ada pimpinan di level manapun atau bahkan bukan pimpinan, tapi staff jajaran yang  merasa memiliki kepercayaan bahwa ingin menjadi eksklusif, maka salah tempat.

“Karena tidak hanya akan menjadi benalu, tapi menjadi racun bagi institusi dan bagi negara. Karena institusi ini memiliki tugas untuk menjahit persatuan, menjaga persatuan,” tambah wanita berkacamata ini. (nanang)