Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Kecelakaan laut yang menimpa perahu tambangan Kapal Motor (KM) Arim Jaya di Selatan Pulau Giliyang, Senin (17/6), sekitar pukul 15.00 WIB membawa duka mendalam. Akibat cuaca buruk (ombak) hingga membalikkan KM Arim Jaya.

Korban meninggal dalam kecelakaan Kapal Motor (KM) Arim Jaya yang tenggelam di perairan Madura bertambah menjadi 17 orang.

“Perkembangan saat ini nahkoda kapal dinyatakan selamat dan korban meninggal ditemukan lagi 1 korban. Jadi korban meninggal saat ini bertambah menjadi 17 orang,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mengera Selasa (17/6).

Kecelakaan tersebut, menurut Barung, terjadi akibat kapal yang bermuatan penumpang 61 penumpang itu kelebihan muatan. “Kapal itu diduga kelebihan muatan, yang mestinya hanya untuk 31 penumpang ini diisi 61 penumpang,” tutur Barung seraya menginformasikan bahwa nahkoda kapal dinyatakan selamat.

Sebelumnya, Barung mengatakan bahwa Polda Jatim telah mendirikan Posko DVI untuk mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan tenggelamnya KM Arim Jaya. “Polda Jatim sudah mendirikan Posko DVI yang tentunya kita bekerja sama dengan Polres setempat,” ujar Barung Mangera.

Barung mengungkapkan bahwa kendala yang menghambat proses evakuasi saat ini adalah tingginya ombak. “Ombak cukup tinggi, sekarang 2 sampai 3 meter, kita terkendala itu. Kita ada bantuan dari Angkatan Laut dan Polair di sana,” tambahnya

Sementara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung bertindak cepat dengan memerintahkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencari data dan informasi lengkap serta melakukan penanganan darurat kejadian tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Aries Agung Paewai, S.STP, MM mengatakan, setelah mendengar kejadian tersebut Gubernur Khofifah langsung memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bakorwil Pamekasan, dan Biro Kessos Pemprov Jatim untuk melakukan langkah-langkah penanganan.

“Ibu gubernur perintahkan OPD tersebut untuk terlibat secara cepat dan aktif bersama-sama aparat terkait di lapangan,” kata Aries Agung dalam rilis Humas Pemprov Jatim yang diterima  pukul 14.00 tadi malam saat dikonfirmasi.

kelima OPD tersebut, lanjut Aris, diminta untuk memonitor kondisi di lapangan dan diharapkan kondisi tersebut bisa tersampaikan secara langsung kepada Ibu Gubernur.

Aries menambahkan bahwa penting sekali untuk segera mendapatkan data yang akurat di lapangan perihal jumlah korban selamat, luka-luka, maupun meninggal. Hal tersebut bertujuan untuk menentukan langkah yang tepat dalam proses penanganan para korban.

“Pemerintah daerah setempat diminta juga untuk saling berkoordinasi secara serius dalam pencarian korban, bersama Basarnas dan OPD pemprov. Jatim” imbuh Aries

Sebagai informasi, sampai saat ini pihak BPBD Sumenep menyatakan telah melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar Kalianget, serta Polres Sumenep untuk pencarian korban hilang. Total 10 personil BPDB Sumenep dan satu kapal Basarnas , KM Widura, telah diterjurkan dalam proses pencarian malam ini.

Menurut keterangan sementara dari Pusdalop BPDP Jawa Timur, kecelakaan disebabkan oleh gelombang tinggi hingga membalikkan kapal. Berdasar data manifest, kapal tersebut mengangkut total 43 orang yang terdiri dari 1 orang nahkoda, 2 Anak Buah Kapal (ABK) dan 40 orang penumpang. Sebagian besar penumpang merupakan rombongan pekerja dari pulau Gowa Gowa.

Kapal tersebut berangkat dari Pulau Gowa Gowa pada pukul 15.10 WIB menuju pelabuhan Kalianget, Sumenep. Tepat 20 menit setelah keberangkatan dilaporkan terjadi cuaca buruk disertai gelombang tinggi di bagian selatan Pulau Gili Iyang yang mengakibatkan kapal terbalik.

Dari total 43 orang penumpang, 30 orang telah ditemukan selamat, 2 orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya masih dalam pencarian. Dari 11 orang hilang tersebut dua diantaranya adalah nahkoda dan ABK kapal.(ton)