Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Sosoknya tak asing lagi di tengah komunitas petani buah naga Banyuwangi. Selain dikenal sebagai petani handal, dirinya juga dikenal sebagai motivator petani buah naga. Pria bernama lengkap Edy Purwoko ini kini tercatat sebagai Ketua Paguyuban Petani Buah Naga (Panaba) Banyuwangi. Kiprahnya dalam meningkatkan kualitas petani buah naga Banyuwangi patut diacungi jempol.

Bangga sebagai petani. Itulah yang dirasakan pria yang karib disapa Edy ini. Kini, kesibukan utama suami dari Lusiani Bina Rahayu ini mengurus kebun buah naga.Saat ini luasan lahan buah naga yang dia maksimalkan, mencapai 5 hektar.

“Saya mulai menanam buah naga berangkat dari seperempat hektar lahan,” ucap pria kelahiran Banyuwangi 1 Agustus 1979 ini.Sebelum terjun ke lahan, Edy bekerja di luar negeri sebagai TKI selama beberapa tahun.

Sepulang dari Taiwan bersama sang istri, tahun 2012, dirinya melihat peluang akan potensi buah naga. Saat itu, kata Edy buah naga masih baru dikembangkan di Banyuwangi. Dan, hanya di beberapa titik.

“Waktu itu, banyak orang yang masih ragu untuk budidaya tanaman buah naga. Tapi, saya optimis,” kenang ayahanda dari Galang, Salsa dan Dio ini.

Berangkat dari lahan seperempat hektar, tahun 2012, dirinya mulai terjun ke usaha budidaya buah naga.Meski, diakuinya, di awal budidaya penuh cobaan. Dari sulitnya menjual hasil panen.

Pada awalnya, tanaman buah naga hanya berbuah di musim musim tertentu.

Tahun 2014, Edy bersama senior buah naga di kampungnya Dusun Tambakrejo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, mencoba mengenali karakter tanaman buah naga lebih banyak.

Dan, bereksperimen menciptakan teknologi lampu untuk merangsang tanaman buah naga berbuah di luar musim. Hasilnya, fantastis.

“Awalnya kami hanya memakai diesel dan lampu dop biasa. Kemudian berkembang ke pemakaian lampu spiral UV,” kisah Edy.

Pemakaian teknologi lampu untuk buah naga ini viral setelah diliput berbagai media, salah satunya media televisi lokal. Sempat juga, pihaknya diundang di sebuah acara televisi nasional, atas temuan kreatif tersebut.

Sampai kini, teknik perlampuan ini diterapkan hampir sebagian besar petani buah naga di Banyuwangi.

Karena, terbukti  bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas buah naga di luar musim.

Dan, tentu saja mendongkrak penghasilan petani buah naga Banyuwangi.

Dalam perkembangannya, tahun 2017, pihaknya sempat diundang dalam sebuah acara gathering BRI di Malang, untuk memotivasi petani di sana mengenai teknologi lampu dan untuk mengikuti Jambore Petani Muda I mewakili Banyuwangi sebagai narasumber.

Sebelum itu,  berbagai masalah petani buah naga muncul.

Mulai dari penyakit yang menyerang tanaman ini sampai anjloknya harga.

Maka, tahun 2016, dibuatlah wadah atau komunitas, Paguyuban Petani Buah Naga ( Panaba) Banyuwangi, sebagai wadah sharing antarpetani buah naga.

Edy aktif di dalamnya, sebagai narasumber maupun pengurus Panaba. Tahun 2019 dirinya, dipercaya sebagai Ketua Panaba Banyuwangi dan masih terus aktif berbagi ilmu dan memotivasi petani buah naga Banyuwangi untuk membuat produk buah naga berkualitas dengan hasil melimpah.

Kegiatan Panaba ini kata Edy bukan semata menggelar pertemuan secara rutin, membahas seputar buah naga. Melainkan, aktif juga dalam berkegiatan sosial. Seperti santunan anak yatim, bagi bagi nasi gratis kepada masyarakat saat ramadan dan gerakan santunan fakir miskin dengan bagi bagi sembako.

Saat ini, kata Edy pasar buah naga Banyuwangi sudah terbuka lebar, mencapai skala nasional. Prospek buah naga 10 tahun ke depan pun dinilai masih menjanjikan. Namun Edy menyayangkan yang terjadi justru belakangan banyak petani buah naga mulai melemah.

Dirinya berharap petani Banyuwangi bisa mempertahankan citra Banyuwangi sebagai pemasok buah naga terbesar nasional dan terus meningkatkan kualitas buah naga.Edy sendiri sudah membuktikan manisnya berkebun buah naga. Masa panen buah ini bisa 10 kali dalam setahun.

Menurutnya menjadi petani bukanlah sebuah pilihan buruk. Melainkan sebuah pilihan cerdas. Dirinya berharap selain bisa bekerja keras petani Banyuwangi harus bisa bekerja cerdas. “ Kuncinya tekun dan fokus,” ucapnya.Selain aktif di Panaba, Edy juga aktif menggerakkan pemuda setempat untuk sadar lingkungan.

Salah satunya membersihkan lingkungan sungai  setempat. Yakni Sungai Patusan. Dulu, tak terawat, kini menjadi kawasan wisata pemancingan. (tin)