Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sumber daya alam yang melimpah di sejumlah pulau terpencil di Indonesia masih belum dikelola pemanfaatannya. Hal itu terkendala oleh sumber daya manusia/SDM-nya. Menghadapi hal ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) diajak kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) melalui Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) yang disampaikan dalam kunjungan Kemendesa di Rektorat ITS, Jumat (14/6).

Forum Pertides merupakan wadah yang menjembatani pemerintah pusat dan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat. Dengan terjalinnya kerjasama  nantinya, ITS diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan pembangunan di pulau-pulau terpencil bersama 88 perguruan tinggi lain di Pertides.

Direktur Jenderal/Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kemendesa, Ir Aisyah Gamawati MM, mengatakan, salah satu kendala Pemerintah Pusat dalam memberdayakan masyarakat adalah tidak memiliki sumber daya manusia/SDM untuk mendampingi masyarakat dalam proses pengembangannya.

“Karena program tidak hanya berhenti saat pembangunannya selesai, tapi juga harus didampingi agar berkelanjutan,” kata perempuan yang akrab disapa Aisyah itu. Karena itu, Pertides diharapkan dapat mendampingi masyarakat melalui ikatan kerjasamanya dengan berbagai perguruan tinggi termasuk ITS.

Ajakan dari Kemendesa untuk bergabung di Pertides disambut baik Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng. Ajakan ini nantinya akan terealisasi dalam penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang rencananya dilaksanakan pada September 2019 mendatang. “Agenda tersebut akan diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan Sustainable Islands Development Initiatives (SIDI),” jelasnya.

Rektor yang akrab disapa Ashari, menyampaikan, agar kegiatan yang sudah ada dapat disinkronkan dengan kegiatan yang ada di kementerian. “Sudah ada delapan desa pariwisata yang sudah dikembangkan oleh kementerian. Disisi lain ITS juga mempunyai kegiatan akademik serupa yakni KKN,” ungkap guru besar Teknik Elektro itu. Sehingga, pada saat diadakan pembangunan terdapat banyak hal yang dapat diselesaikan bersama.

Disisi lain, kata dia, ITS juga sudah ikut serta dalam mengembangkan daerah-daerah tertentu melalui peningkatan infrastruktur. “Misalnya, peluncuran 160 kapal untuk beberapa pemda dalam mengembangkan potensi wisata di daerah tersebut,” ujar pria asal Sidoarjo tersebut.

Namun, dengan bergabungnya ITS dalam Pertides, menurut Ashari, wadah bagi ITS dalam berkontribusi bagi masyarakat akan lebih terbuka lebar. Sehingga, ia berharap ITS dapat lebih gencar dalam menyumbangkan kontribusi serta inovasinya dalam memberdayakan pedesaan di pulau-pulau terpencil di Indonesia. (bw)