Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Opak gulung jajanan khas tradisional masih populer. Salah satu sentra usaha pembuatan opak gulung ini berada di Dusun Simbar Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Dulu, hampir semua warga dusun ini menekuni usaha opak gulung.

Namun, seiring waktu mulai ditinggalkan. Meski, ada beberapa warga yang masih bertahan melestarikan usaha jajanan tradisional ini.

Atik Samiati, salah satu pembuat opak gulung yang masih bertahan.

Dirinya mengaku sudah menekuni usaha opak gulung sejak 1995.

Bahan utama opak gulung ini, tepung beras. Proses pembuatannya masih secara manual.

Susahnya mencari tenaga kerja, menjadi kendala pelaku usaha. “Susah cari tenaga kerja,” ucap Atik.  Saat ini, rasa opak gulung pun dibuat makin variatif. Seperti opak gulung wijen, opak gulung buah naga, opak gulung cokelat, opak gulung jagung dan opak gulung buah naga. “ Pemasaran masih sebatas pasar lokal,” ungkap ini satu anak ini.

Selain di Dusun Simbar, pelaku usaha opak gulung juga tersebar di dusun lainnya. Seperti di Dusun Nganjukan. Salah satunya Winarsih. Ibu dua anak ini sudah menekuni usaha ini sejak 18 tahun silam. “ Alhamdullilah, pemasaran opak gulung kami sudah tembus luar kota,” ungkapnya belum lama ini kepada Bisnis Banyuwangi.

Inovasi menjadi kunci utamanya dalam mendongkrak usaha.

Selain membuat opak gulung dengan berbagai variasi rasa, dirinya juga membuat opak gulung dengan model yang lebih menarik. Yakni opak gulung mawar dan menjadi ciri khas opak gulung buatannya.

Kini, selain opak gulung, dirinya berinovasi membuat crepes. Dengan rasa yang ditawarkan pisang cokelat. Pemasarannya pun merambah Bali dan Malang.

Dari usaha opak gulung ini Winarsih mengaku bisa mengantongi omset rata rata Rp 5 juta per bulan. Saat Lebaran, omset naik menjadi dua kali lipat. (tin)