Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Potret anak milenial. Bagi para orang tua yang hidup di tahun 1990-an pasti ingat film layar lebar yang berjudul Home Alone. Sebuah kisah yang menceritakan tentang Kevin Mc Callister, seorang anak Amerika Serikat berusia 7 tahun yang ketinggalan sendirian di rumah saat orang tuanya berlibur ke luar negeri. Anak ini kemudian menjadi terkenal karena dengan kejeniusannya mampu mengusir sekawanan penjahat yang hendak menyatroni rumahnya.

Beberapa dekade kemudian,  di dunia nyata terjadi kisah yang hampir mirip dengan cerita tersebut. Jika di dalam film ceritanya adalah home alone (di rumah sendiri) maka di dunia nyata ada journey alone (perjalanan sendiri).

 

Ibi (kanan) bersama kru pesawat. (Foto/ist)

Alkisah, Ken Sulaiman (7 tahun) yang akrab dipanggil Ibi, putra pasangan Azmi dan Aziza. Pada jumat (14/6) malam melakukan perjalanan udara dari Surabaya ke Denpasar seorang diri. Anak laki-laki berpenampilan wajah eksotis dan berambut gondrong ini diantar oleh neneknya Dyah Katarina, menuju Bandara Juanda Sidoarjo. Selanjutnya, dia  melakukan boarding pesawat seorang diri.

Saat di loket boarding, petugas menyaksikan keanehan dan seakan tidak percaya saat Ibi, dengan jenakanya menyampaikan maksud dan tujuannya. Yaitu, pergi ke Bali naik pesawat menyusul orang tuanya yang berlibur kesana.

“Saat Ibi, berani naik pesawat sendiri, alhamdulilah bisa menghemat pengeluaran uang tiket yang kebetulan lagi mahal,” kata ibunda ken Sulaiman, kepada bisnissurabaya.com Sabtu (15/6).

Perjalanan udara perdana yang dilakukan Ibi, sukses sampai tujuan dengan selamat. Anak itu tampak gembira, saat melihat orang tuanya di ruang penjemputan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Segera dia berlari kecil sambil menggendong tas ransel di punggungnya menghampiri orang tua yang sangat dirindukannya.

Sebagai orang tua, Aziza, dan Azmi, suaminya mungkin masih punya kekhawatiran melepas putranya yang baru berumur 7 tahun naik pesawat sendirian. Namun, dia ingin mengajarkan kepada putranya tentang keberanian untuk bertahan hidup di dunia nyata.

Perlu diketahui, Ibi, selama ini tidak menempuh pendidikan formal layaknya anak kebanyakan. Dia diajar sendiri oleh ibunya melalui metode unschooling.

“Mendidik anak itu tanggung jawab orang tuanya. Jadi tidak bisa diserahkan kepada orang lain,” kata Aziza, yang juga putri sulung mantan Walikota Surabaya, Bambang DH.

Awalnya, Aziza, agak kesulitan meyakinkan ayahnya yang juga seorang pendidik itu. Namun, akhirnya dia bisa melakukannya, dengan memberikan argumentasi bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua. Sistem pendidikan formal cenderung kaku dan monoton. Sehingga hanya bisa mendorong saja tanpa memberi contoh. Prestasi akademis tidak bisa menjadi ukuran kesuksesan seseoarang.

Dan kini keputusan Aziza, mendidik sendiri anaknya secara unschooling adalah tepat dan terbukti kebenaranya. Ibi, tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, berani, dan berkarakter dengan kemampuan menalar diatas anak seusianya. (nanang)